Connect with us

METROPOLITAN

Belasan Warga di Pandeglang Diduga Keracunan Es Cincau

Published

on

Warga Sukamulya Keracunan Minuman Sachet

Ilustrasi: Warga Sukamulya, Tangerang dirawat di rumah sakit diduga keracunan minuman sachet. (Dok. Banten Hits)

Pandeglang – Sakit perut dan mual-mual dirasakan belasan warga di Desa Sumurlaban dan Desa Cipinang, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang usai meminum es cincau yang dibeli dari pedagang keliling.

Nana salah seorang warga Desa Sumurlaban mengaku dibelikan Es Cincau ketika bekerja di rumah Sarkim warga sekitar. Selang beberapa jam, nana mengaku mual dan sakit perut.

“Sore hari saya dibeliin es cincau sama Sarkim, nah pasa malamnya kepala saya pusing,” tutur Nana, Rabu (24/10/2018).

Sementara Sarkim mengatakan, empat orang keluarganya yang juga makan es cincau tersebut juga mengalami gejala yang sama seperti Nana, pusing dan mual.

BACA :  Ini Alasan Bandara Panimbang Pindah Lokasi

“Sekarang dirawat di puskesmas. Semua orang yang makan es cincau itu juga malamnya mengeluh pusing, sakit perut dan mual,” tutur Sarkim.

Kasubag TU Puskesmas Angsana, Dadan Juanda belum bisa memastikan penyebab belasan warga apakah keracunan dari minuman yang memang cocok untuk menghilangkan dahaga dan dipercaya bisa mengatasi panas dalam tersebut karena harus dilakukan uji lab terlebih dahulu.

“Kami Kita tidak bisa menyimpulkan bahwa pasien yang berobat itu karena keracunan walau mereka rata-rata keluhannya sama,” ujarnya.

Pihaknya fokus terhadap pengobatan. Ada delapan orang yang masih dirawat, dan enam orang lainnya rawat jalan.

“Kami fokus kepada pengobatan, belum kepada penyebab. Kami sudah bentuk tim untuk menangani, karena ini kita anggap ini Kejadian Luar Biasa (KLB),” jelasnya.(Nda)

BACA :  Irna Minta Proses Lelang Semua Proyek Selesai Juni



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler