Connect with us

Pemkot Tangerang

Sebut Korupsi sebagai Bencana, Sachrudin Ajarkan “Jurus Jitu” kepada Pejabat Eselon III untuk Menghindarinya

Published

on

PELATIHAN SPIP-WAKIL 4

Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin saat menutup kegiatan Pelatihan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) di Lingkungan Pemerintah Kota Tangerang di Darmawan Park Sentul Selatan, Jawa Barat, Jumat, 26 Oktober 2018. (FOTO: Humas Pemkot Tangerang)

Sentul – Pejabat Eselon III Pemerintah Kota Tangerang dituntut melakukan audit, review, evaluasi dan pengawasan terhadap setiap program yang dijalankan. Hal tersebut supaya para pejabat terhindar dari ‘kecelakaan’ atau bencana tindak pidana korupsi.

Hal tersebut disampaikan Sachrudin saat menutup Pelatihan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) di Lingkungan Pemerintah Kota Tangerang di Darmawan Park Sentul Selatan, Jawa Barat, Jumat, 26 Oktober 2018.

Dikutip dari keterangan tertulis Humas PemKot Tangerang, dalam sambutan dan arahnnya saat menutup acara ini, Sachrudin berpesan kepada peserta pelatihan bahwa penerapan dan pelaksanaan dari pelatihan ini mutlak berpihak pada kepentingan rakyat.

BACA :  Begini Instruksi Arief Hadapi Penilaian Swasti Saba Wistara

“Agar terhindar dari ‘kecelakaan’ atau bencana tindak korupsi, oleh karenanya pejabat Esselon III yang hari ini hadir harus melakukan audit, review, evaluasi, dan pengawasan,” pesan Sachrudin.

Ia juga menginginkan adanya persamaan persepsi dan wawasan yang spesifik karena penanganan dan pengendalian dari setiap masalah di masing-masing OPD tentunya berbeda.

“Harus ada seninya. Percuma ilmu saja tanpa diikuti seni kepemimpinan yang baik, akan sulit diterima bahkan diikuti oleh pegawai yang lain,” paparnya.

Sachrudin juga mengapresiasi kegiatan yang sudah diselenggarakan oleh BKPSDM Kota Tangerang yang secara maksimal terus memberikan wawasan dan keterampilan agar tata kelola internal pemkot semakin baik.

“Kalo ada pejabat administrator yang profesional, yang baik, bersih dan berwibawa ini tentunya akan membawa Pemkot Tangerang menjadi good governance,” terangnya.

BACA :  DPRD Sahkan Raperda APBD 2017 Kota Tangerang

Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan BKPSDM, Nursiwan mengatakan, bahwa posisi pejabat Esselon III adalah sangat strategis dan urgent sehingga perlu adanya kesadaran agar program di tiap OPD dapat berjalan selaras dan berdampingan.

“Teman-teman ini kita latih supaya bisa menciptakan dan terpelihara lingkungan unit kerja yang positif dan kondusif,”

“Kalo sudah seperti itu kan gampang kerjasama dengan semua pihak, staf dan pegawai pun akan mengikuti sehingga program berjalan sebagaimana mestinya,” tutup Nursiwan.

Kegiatan Pelatihan Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) ini diikuti 45 orang peserta, yang terdiri dari perwakilan pejabat eselon III seperti sekretaris, kepala bagian, dan kepala bidang dari masing-masing OPD di lingkup Pemkot Tangerang.(Rus)

BACA :  Kepala Dinas di Kota Tangerang Tandatangan Kontrak Kinerja dengan Wali Kota



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler