Connect with us

METROPOLITAN

Sejak Aksi Bela Agama hingga Bela Tauhid di Jakarta, Umat Islam di Banten Selalu Datang dengan Jumlah Besar

Published

on

Aksi Bela Tauhid di Banten

Ribuan umat Islam di Banten mengikuti Aksi Bela Tauhid yang digelar di Alun-alun Kota Serang. Aksi tersebut merupakan bentuk kecaman atas tindakan anggota Banser Garut yang membakar bendera berkalimat tauhid di Garut. (Banten Hits/Mahyadi)

Serang – Sejak aksi Bela Agama yang dipicu ucapan gubernur DKI Jakarta saat itu Basuki Tjahja Purnama alias Ahok hingga Aksi Bela Tauhid yang dilatari pembakaran bendera berkalimat tauhid oleh anggota Banser di Garut, umat Islam di Banten tak pernah absen mengikuti aksinya. Bahkan, massa dalam jumlah besar selalu datang dari Banten ke pusat aksi di Jakarta.

Kehadiran peserta aksi dari Banten ada yang dikoordinir oleh organisasi Islam, ada juga yang berangkat masing-masing karena panggilan nurani.

BACA :  Jembatan Sukalancar Lama Tak Dibangun, Komisi III: Mudah-mudahan 2017 Dianggarkan

Seperti Aksi Bela Tauhid II yang digelar di Istana Negara, Jumat, 2 November 2018. Ribuan umat Islam dari Banten turut hadir dalam aksi tersebut. Bahkan menurut Ketua FPUIB atau Forum Persaudaraan Umat Islam Banten, Jaenal Arifin, jumlah massa dari Banten saat Aksi Bela Tauhid II mencapai 5.000 orang. Mereka berasal dari delapan kota dan kabupaten di Banten.

Melihat lautan massa dalam setiap aksi bela Islam di Jakarta, cukup masuk akal jika Banten sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Jakarta menjadi salah satu penyumbang massa terbesar, selain Jawa Barat.

“Iya, jadi masing-masing ormas dan pesantren mengirim perwakilan masing-masing. Itu kan lingkup nasional, jadi masing-masing daerah ngirim. FPUIB itu hanya wadah untuk menyatukan umat. Kalau lingkup Banten kira-kira 5.000 masa di kabupaten/kota,” jelas Jaenal saat wawancara melalui sambungan telepon, Jumat, 2 November 2018.

BACA :  Pemkab Lebak Sampaikan 9 Upaya Percepat Pembentukan DOB Cilangkahan

Menurut Jaenal, menghadiri Aksi Bela Tauhid menjadi wajib karena hal itu menyangkut akidah serta persoalan yang sangat prinsip bagi umat Islam.

“Mereka tidak perlu dibayar mereka bergerak dengan hati, ya sudah berangkat panggilan akidah panggilan agama,” pungkasnya.

Kehadiran massa besar dari Banten dalam setiap aksi di Jakarta seolah membuktikan imbauan sejumlah tokoh berpengaruh di Banten supaya umat Islam di Banten tak perlu ikut aksi tak berpengaruh.

Ketua Majlis Pesantren Salafiyah (MPS) Provinsi Banten yang juga Ketua NU Kota Serang KH Matin Sarkowi, misalnya, sejak jauh-jauh hari memastikan anggota MPS tidak ada satupun yang berangkat ke Jakarta untuk ikut aksi 211.

BACA :  Tasikmalaya Local Lockdown Mulai Jam 00.00 Malam Ini, Pool Bus di Tangerang Hanya Siapkan Dua Keberangkatan sampai Ada Kepastian

Hal senada disampaikan Pimpinan Pesantren Nurul Anwar yakni KH Ariman Anwar. Dia mengaku tidak memberangkatkan santri ke Jakarta. Ia berharap agar masyarakat Banten, khususnya umat Islam, tidak terpengaruh dengan Aksi Bela Tauhid.

“Kalau kita bernegara ini sudah jelas aturannya. Kita ikuti saja aturan yang sudah ada,” ujar Ariman melalui sambungan telepon.(Rus)



Terpopuler