Connect with us

METROPOLITAN

Patung Sultan Ageng Tritayasa Teronggok di Pinggir Jalan

Published

on

Patung Sultan Ageng Tirtayasa

Seorang warga berdiri di samping patung Sultan Ageng Tirtayasa yang teronggok di pinggir jalan setelah ditemukan terbenam di dalam lumpur. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Sebuah patung yang diyakini patung Sultan Ageng Tirtayasa teronggok di pinggir Jalan Masjid Priyayi, tak jauh dari Sungai Kali Malang, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Patung tersebut sebelumnya ditemukan terbenam dalam lumpur sungai saat petugas irigasi tengah melakukan normalisasi.

Menurut Fachroji, warga sekitar, saat ditemukannya patung tersebut puluhan warga berkerumun untuk melihat dari dekat. Namun, tidak ada satu pun yang tahu siapa sosok pahlawan tersebut.

“Ya, ini sengaja disimpan di pinggir jalan untuk sementara diamankan. Saat diangkat tidak ada yang tahu. Patungnya ketemu di sungai pas back hoe ngambil lumpur, yah sekitar dua minggu lalu,” ujar Fachroji, Sabtu, 10 November 2018.

BACA :  160 Perumahan di Kota Serang Belum Serahkan PSU, Syafrudin; 2023 Harus Selesai

Sarmin, warga lainya menambahkan, patung dalam kondisi berlumuran lumpur kemudian oleh siswa-siswa sekolah yang melewati Jalan Masjid Priyayi dibersihkan kemudian dijadikan objek foto.

“Yang biasa lewat ngelihat pertama pada kaget pas udah ada di situ patungnya,” terangnya.

Patung Dibongkar karena Alasan Akidah

Sastrawan Banten Toto St Radik membenarkan patung yang ditemukan petugas irigasi Sungai Kalimalang adalah patung Sultan Ageng Tirtayasa.

Ia mengungkapkan, patung Sultan Ageng Tirtayasa tersebut sudah dipasang sekitar tahun 2000-an di Simpang Kebun Jahe bedekatan dengan patung Keluarga Berencana (KB) di depan exit tol Serang Timur, Kota Serang.

BACA JUGA: Budayawan Banten Yakini Foto Sultan Ageng Tirtayasa Keliru

BACA :  Bawa Sabu, Perwira Polisi Polres Metro Tangerang Kota Ditangkap

Patung tersebut dirobohkan atas desakan anggota dewan dengan alasan takut terjadi syirik. Apalagi, menurutnya waktu itu muncul partai-partai berlatar belakang Islam.

“Ada dua patung saat itu dirobohkan yaitu patung Pahlawan Sultan Ageng Tirtayasa, waktu itu alasannya katanya syirik jadi harus dirobohkan,” ungkap Toto kepada awak media melalui sambungan telepon, Sabtu, 10 November 2018.

Seniman Banten Tb Ahmad Fauzi menambahkan, saat patung Sultan Ageng Tirtayasa dirobohkan, sekitar tahun 2000-an para seniman melakukan aksi penolakan pembongkaran patung Sultan Ageng Tirtayasa.

Alasan para anggota dewan merobohkan karena merasa bahwa patung tersebut bisa berpengaruh pada akidah masyarakat Serang.

“Anggota DPRD Kabupaten Serang bersikukuh patung ini akan berpengaruh pada akidah masyarakat,” paparnya.

BACA :  Gerebek Pesta Sabu di Pondok Aren, 3 Pemuda Diamankan

Seingatnya, patung ini dibuat oleh Yusman, perupa ternama dari ISI Yogyakarta pada 1998. Pada era Bupati Bunyamin, patung ini dibongkar bersama patung Keluarga Berencana.

Pahlawan Sultan Ageng Tirtayasa sendiri ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 1970. Ia adalah sultan pada masa Kesultanan Islam Banten yang melawan penjajahan Belanda. (Rus)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler