Connect with us

METROPOLITAN

Komentar Warga Tangsel soal Buku Nikah Diganti Kartu Nikah

Published

on

Komentar Warga Tangsel soal Buku Nikah Diganti Kartu Nikah

Foto Ilustrasi kartu nikah. (Istimewa)

Tangsel– Tahun 2020 Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) akan mengganti buku nikah menjadi kartu nikah. Untuk itu Kemenag mulai menyosialisasikan pergantian bentuk fisik buku nikah yang selama ini dimiliki secara resmi oleh pasangan suami-istri sebagai dokumen administrasi pencatatan resmi nikah oleh negara.

Hal ini menuai pro kontra di masyarakat. Adi Riza warga Pondok Aren, Kota Tangsel misalnya. Saat ditemui BantenHits.com, Rabu 14 November 2018, Adi mengaku, dengan kartu nikah tentu pasangan suami istri nantinya akan lebih mudah membawa dan menunjukkan bukti kalau mereka sudah menikah.

“Kan bisa masuk dompet jadi kalau ada yang tanya ini pasutri bukan? Kita tinggal keluarkan kartunya,” kata pria berusia 27 tahun ini.

BACA :  Ditolak Ulama, Kapolri Lantik Mantan Ajudan Jokowi Jadi Kapolda Banten

Berbeda Adi, Dian Rahma warga Bintaro justru merasa bingung. Lantaran sudah terbiasa dengan buku nikah. Terlebih di dalam buku nikah banyak hal yang bisa dipelajari seperti ada ayat tentang pernikahan dan peraturan pernikahan.

“Kalau cuma kartu malah nanti membingungkan karena cuma ada foto, nama sama barcode. Kalau yang lainnya tidak ada malah jadi kita tidak tahu bagaimana pernikahan kita kedepannya gimana,” ucapnya.

Terpisah Kepala Kantor Kemenag Kota Tangerang Selatan Abdul Rojak mengatakan, rencananya pemberlakuan bentuk baru buku nikah menjadi Kartu Nikah akan mulai berlaku pada tahun 2020 mendatang.

“Informasi yang kita terima bahwa Buku Nikah yang selama ini ada akan berakhir sampai tahun 2020, setelah itu akan diganti dengan Kartu Nikah yang bentuknya seperti KTP elektronik,” terang Abdul Rojak.

BACA :  KNPI Resmi Laporkan Pungli Sertifikasi Guru di Lebak

Rojak menambahkan pemberlakuan resmi Kartu Nikah yang baru tersebut masih menunggu keputusan dan petunjuk teknis resmi dari Kemenag RI mengenai impelentasinya.” Kita tinggal tunggu bagaimana dari Kemenag nantinya,” tukasnya.(Rus)



Terpopuler