Connect with us

METROPOLITAN

Tetapkan UMK Tangsel Rp 3,5 juta, Kadisnakertrans Sebut Penghitungan Sudah Tepat

Published

on

Kadisnakertrans Purnama Wijaya

Kadisnakertrans Purnama Wijaya sebut UMK Tangsel sudah sesuai penghitungan. (BantenHits.com/ Ade Indra Kusuma)

Tangsel – Disnakertrans Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menetapkan Upah Minimum Kota atau UMK Tangsel tahun 2018 sebesar Rp 3.555.835. Penghitungan tersebut memakai inflasi nasional 3,72 persen dan PDB Nasional 4,99 persen dengan persentase sebesar Rp 8,71 persen.

“Jumlah tersebut kami rasa sudah tepat. UMK sebesar itu dihitung berdasarkan PP 78 tentang pengupahan rumus penghitungan besaran UMK dengan angka inflasi nasional 3,72 persen, dan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,99 persen dan jumlahnya Rp 3.555.835,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Purnama Wijaya saat dihubungi via telepon, Rabu 14 November 2018.

Ia mengatakan meski masih banyak yang protes dan mengajukan keberatan dengan keputusan ini, namun ia mengaku itu hal yang wajar. Hanya saja, menurut Purnama besaran angka UMK tersebut hasil keputusan bersama saat rapat Dewan Pengupahan Kota (Depeko) Tangerang Selatan (Tangsel) beberapa waktu lalu.

“Penghitungan kita jumlah ini adalah yang paling tepat. Meski demikian hingga kini masih ada yang mengkritik hal ini tapi saya anggap wajar karena belum tahu atau masih menganggap kurang jumlahnya,” tukasnya.

Sementara ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Tangsel Dahrul Lubis mengaku masih tidak setuju dengan besaran UMK Tangsel 2019.

Menurutnya, penghitungan UMK tidak lagi harus mengacu kepada PP 78 tentang pengupahan. Tapi hitung dari jumlah inflasi dan kebutuhan masyarakat Tangsel. Dengan penghitungan inflasi Tangsel sebesar 4,38 persen, dan PDB Tangsel 6,98 persen dengan UMT sebesar Rp 3.270.936, jadi UMK seharusnya Rp 3.642.514.

“Ya tapi gimanapun nanti kita terima saja apalagi kalau sudah ada ketuk palunya dari pemkot dan gubernur,” tukasnya.(Rus)

Trending