Connect with us

METROPOLITAN

Cabuli Dua Anak di Cilegon, Ini Modus Pengepul Barang Bekas Perdaya Korbannya

Published

on

Pengepul Barang Bekas di Cilegon cabuli dua anak

Pengepul Barang Bekas di Cilegon cabuli dua anak dengan modus mengajak korbannya bermain Play Station. FOTO: Ruang Satreskrim Polres Cilegon. (BantenHits.com/ Iyus Lesmana)

Cilegon – Seorang pengepul barang bekas berinisial AR (34), warga Lingkungan Ketileng Timur, Kelurhan Ketileng, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, ditangkap petugas Satreskrim Polres Cilegon karena melakukan tindak pidana pencabulan terhadap dua anak di bawah umur, SW (12) dan RP (11) sejak. Aksi bejat pelaku ternyata sudah dilakukan sejak 2016.

Menurut Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Dadi Perada, aksi bejat pelaku berhasil dipergoki orangtua SW, salah seorang korban. Salah satu orang tua korban curiga dengan sikap anaknya yang berprilaku aneh dan kerap membawa pulang sejumlah barang-barang yang tidak di ketahui asal usulnya.

BACA :  Rawan WNA, Dinas Kependudukan Pandeglang Akan Gelar Razia Yustisi

Aksi bejat pelaku terhadap SW dilakukan di rumah kontrakan pelaku pada 27 Oktober 2018, sekira pukul 11.00 WIB. Saat itu pelaku mencabuli korbannya setelah lebih dulu berpura-pura mengajak korban untuk main Play Stasion.

Saat korban asyik bermain, pelaku merayu korban dan menciumi korban. Saat korban tidak melakukan perlawanan, akhirnya pelaku melanjutkan perbuatan cabul dengan cara membuka pakaian korban. Tak sampai di situ, pelaku menciumi korban dan melakukan hubungan badan dengan korban.

Orangtua SW yang membuntuti anaknya langsung mengetuk pintu. Pelaku dan korban panik lalu masuk ke dalam kamar dengan keadaan telanjang bulat. Namun, sang ayah sudah lebih dulu memergoki mereka.

BACA :  1.046 Warga Indonesia Positif Corona, Pemkab Pandeglang Izinkan APBDes Dipakai Tangani Pencegahan

Setelah berhasil memergoki pelaku selanjutnya orang tua korban beserta warga sekitar yang tinggal tak jauh dari rumah kontrakan langsung mengamankan pelaku untuk di serahkan kepada pihak kepolisian.

“Sebelum melakukan tindakan cabul, saat itu pelaku olahraga senam di Bunderan Cibeber, Kota Cilegon. Saat itu korban SW melintas bersama bapaknya menggunakan motor menuju sekolah. Pada saat itu pelaku memberi kode dengan hanya cara berbicara pelan mengatakan, ‘nanti ke rumah ya’ dan korban mengganggukan kepalanya,” terang Kasat, Senin, 19 November 2018.

“Kita kenakan Pasal 1 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan acaman maksimal 21 tahun. Selain mengamankan pelaku kami juga menyita sejumlah barang bukti yakni baju korban dan Play Station,” jelasnya. (Rus)

BACA :  Kecelakaan, Ustad "Gaul" Jeffry Al-Buchori Meninggal



Terpopuler