Connect with us

METROPOLITAN

Teknologi Big Data Keniscayaan bagi Dunia Usaha

Published

on

UPH - OVO Kuliah Tamu Big Data 4

Pimpinan Fakultas Sains dan Teknologi (FaST) dan School of Informations Science and Technology (SISTECH) dan Riki Pribadi (tengah depan), berfoto bersama seluruh mahasiswa yang menghadiri kuliah tamu.(Istimewa)

Tangerang – Teknologi big data mampu memproses dan menganalisis begitu banyak data untuk mencapai tujuan perusahaan. Dengannya, perusahaan dapat meningkatkan performance sembari memenuhi kebutuhan konsumen.

Misalnya saja perusahaan di bidang food & beverage bisa mengetahui siapa saja konsumen yang membutuhkan informasi atau promo-promo tertentu.

Hal tersebut diungkapkan Head of Business Insights & Analytics Product OVO Riki Pribadi, saat menjadi pembicara dalam Kuliah Umum yang digagas Universitas Pelita Harapan (UPH) dan OVO dengan tema ‘Big Data Implementations-Application Layer Design’, 15 November 2018.

“Jadi dengan teknologi big data, sebuah perusahaan yang sudah mengetahui apa business questions-nya dapat menyelesaikan business problems-nya,” ungkap Riki seperti dilansir dalam keterangan tertulis yang diterima BantenHits.com.

Kuliah umum ini memberikan introduksi yang memadai bagi mereka yang belum familiar dengan bidang big data, sekaligus memberikan kedalaman dengan ulasan tentang teknologi di belakang platform big data, implementasi application layer-nya, serta contoh-contoh kasus yang ditangani team data analytics OVO.

BACA :  Menkes Datangkan Dokter Tulang dari Jakarta untuk Korban Tusnami

Ketua Prodi Teknik Elektro UPH Dr. Henri P. Uranus mengutarakan, big data adalah salah satu bidang yang mewarnai hiruk pikuk dalam era revolusi industri 4.0.

“Bidang yang merupakan perpaduan dari statistik, komputasi, dan pemrograman ini memungkinkan mereka yang menguasainya, beberapa langkah lebih maju dari kompetitornya dalam mengambil keputusan strategis karena sudah mendapatkan insights dari data-data yang ukurannya sangat besar sebelum menyusun strateginya,” ungkap Henri.

Sementara menurut pandangan I Made Murwantara, Ph.D, dosen SISTECH UPH sekaligus pakar di bidang software engineering lulusan University of Birmingham, UK, trend big data di Indonesia akan meningkat secara signifikan karena penetrasi internet di Indonesia pertumbuhannya cukup tinggi.

BACA :  Pemilihan Presma UNMA Banten Ricuh, Mahasiswa Saling Dorong dan Lempar Kursi

“Kini mulai bermunculan perusahaan startup yang mengindikasikan meningkatnya permintaan penggunaan teknologi big data tersebut,” ujar Murwantara.

Murwantara juga menambahkan bahwa mahasiswa SISTECH secara general harus mengenal dengan baik perihal proses pada big data serta fokus pada bagian big data yang ingin dikuasai secara mendalam, agar dapat ikut berkompetisi di dunia industri.

Lebih lanjut, Priskila Christine Rahayu, S.Si., M.T., Ketua Prodi Teknik Industri UPH menuturkan pentingnya pengetahuan mengenai teknologi big data ini bagi mahasiswa.

“Dalam Prodi Teknik Industri, mahasiswa banyak mengolah data statistik, jadi memang pengetahuan terkait big data ini sangat relevan dengan mereka. Karena diharapkan setelah lulus, mereka bisa membantu sebuah perusahaan menjadi lebih produktif secara efisien dan efektif,” terang Priskila.

BACA :  Polres Tangsel Bongkar Peredaran Narkoba Jaringan Lapas

Kuliah umum ini wajib diikuti oleh mahasiswa Prodi Teknik Industri UPH yang mengambil mata kuliah Analisa dan Perancangan Sistem Informasi, juga Enterprise Resource Planning. Sedangkan bagi mahasiswa SISTECH, pengetahuan tentang big data sudah menjadi bahan utama dalam mata kuliah Frontier Technology dan juga mulai diperkenalkan pada perkuliahan Riset Operasional. Lalu bagi Prodi Teknik Elektro, mahasiswa juga dapat melihat benang merah antara big data dengan mata kuliah Bisnis Teknologi dan Revolusi Industri 4.0 serta Mikrokontroler dan IOT, juga melihat pentingnya mata kuliah Statistik dan Probabilitas.

Ke depannya, UPH dan OVO dapat bekerja sama untuk menyelaraskan apa yang mahasiswa dapat secara teori dengan apa yang terjadi dalam dunia industri. Bentuknya bisa berupa pengadaan seminar atau program internship untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa. (Rus)



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler

Please disable your adblock for read our content.
Refresh