Connect with us

METROPOLITAN

Hanya Beberapa Jam setelah Curi Motor Santri, Tiga Pelaku Curanmor Kelompok Lampung Digulung Polsek Cikande

Published

on

Hanya Empat Jam setelah Curi Motor Santri, Tiga Pelaku Curanmor Kelompok Lampung Digulung Polsek Cikande

Tiga pelaku curanmor Kelompok Lampung Digulung Polsek Cikande beberapa saat setelah mereka curi motor santri. Ketiganya terpaksa ditembak karena mencoba kabur melompati Bendungan Pamarayan. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Jajaran Polsek Cikande menggulung tiga pelaku curanmor kelompok Lampung, yakni IE als WG (31), JN als YS (19) dan YS (15) semuanya warga Desa Negara Batin, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur. Polisi terpaksa menembak kaki ketiganya karena mereka berusaha kabur dengan melompati Bendungan Pamarayan.

Dari tangan empat pelaku kepolisian berhasil mengamankan barang bukti (BB) motor Honda Beat A 3456 HJ, Honda Scoopy B 6537 GHS, Honda Beat B 4193 TUM dan Honda Supra X 125 B 4442 NM.

BACA :  Refleksi Hari Ibu, GMNI Lebak Sebut Wanita Punya Peran Penting Cetak Generasi Penerus Bangsa

Kapolsek Cikande Kompol Kosasih mengatakan, pengungkapan kasus yang dinilainya terbilang cepat ini bermula dari laporan santri Ponpes Al Mu’awanah bernama Muhammad Uu Jamaludin (31). Dia melaporkan motor Honda Beat A 3456 HJ miliknya yang terparkir di halaman rumahnya di Kampung Kebon Jeruk, Desa Parigi, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, hilang pada Minggu, 25 November 2018 sekitar pukul 19.30 WIB.

“Korban datang ke mapolsek sekitar pukul 20.00 melaporkan peristiwa pencurian motor miliknya,” ungkap Kapolsek saat menggelar ekspose di Mapolsek Cikande, Kamis, 29 November 2018.

Berbekal informasi korban, tim reskrim langsung bergerak melakukan penyelidikan dan mengetahui keberadaan motor bergerak ke arah Kecamatan Pamarayan. Mengetahui keberadaan sasarannya, pengejaran dilakukan dan para pelaku diketahui berada di sekitaran Bendungan Pamarayan.

BACA :  Mulai Hari Ini, Jalur Protokol di Kota Cilegon Ditutup Setiap Malam Selama PPKM Darurat

“Dalam penyergapan ada 4 orang yang dicurigai sebagai pelaku curanmor. Saat dilakukan penangkapan para tersangka berusaha melarikan diri meninggalkan motor yang mereka gunakan. Satu tersangka bernama Yogi berhasil ditangkap setelah bagian kakinya terkena tembakan,” terang Kapolsek didampingi Wakapolsek AKP Atip Ruhyaman dan Panit Reskrim Ipda Dadang Saefullah.

Warga yang mengetahui penangkapan itu, berupaya membantu petugas mencari tiga pelaku lainnya yang kabur. Sekitar 2 jam melakukan pencarian, petugas berhasil menemukan ketiga tersangka ketika bersembunyi di rumah kosong. Saat akan ditangkap, para tersangka kembali berusaha melarikan diri. Karena tembakan peringatan tidak diindahkan, petugas kembali melakukan tindakan tegas.

“Tersangka Irwan dan Junaidi berhasil ditangkap setelah bagian kakinya dilumpuhkan dengan timah panas namun satu pelaku bernama Januar berhasil lolos dan masih kita cari,” tegas Kapolsek.

BACA :  Dua Menteri Jokowi Akan Hadiri Haul V KH Ma'ani Rusjdi di Ponpes MALNU Pandeglang

Dalam pemeriksaan, dua tersangka mengakui sudah 16 kali melakukan aksi curanmor di wilayah Kabupaten Serang dan Tangerang. Sementara satu tersangka bernama Yogi mengakui 5 kali ikut melakukan curanmor dan masih dalam tahap belajar dari seniornya.

“Tersangka Yogi masih tahap belajar dan mengaku 5 kali ikut untuk melihat cara rekannya mencuri motor. Dalam aksinya, para tersangka bisa mendapatkan 2 motor dalam sekali aksi,” terang Kapolsek.(Rus)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler