Connect with us

METROPOLITAN

Miris! Ini Penampakan Jembatan ‘Indiana Jones’ di Tengah Kota Cilegon

Published

on

Penampakan Jembatan 'Indiana Jones' di Tengah Kota Cilegon

Seorang warga melintas di atas Jembatan ‘Indiana Jones’ di Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon. Jembatan ini merupakan akses alternatif satu-satunya penghubung antar-kelurahan.(BantenHits.com/ Iyus Lesaman)

Cilegon – Jembatan kayu gantung dengan panjang 12 meter membentang di atas Sungai Langon Esor, tapi sebagian warga ada juga yang menyebut Sungai Pengobelan.

Jangan berpikir jembatan ini ada di kampung pedalaman. Jembatan ‘Indiana Jones’ ini ada di tengah kota, tepatnya di Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon. Jembatan ini menghubungkan Lingkungan Langon II, Kelurahan Mekarsari dengan Langon Indah, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon.

Warga di dua kelurahan ini tak mempunyai pilihan. Meski penuh risiko, warga terpaksa harus melintasinya karena jembatan ini satu-satunya akses alternatif.

BACA :  Gawat! Ada 12 Pelanggaran soal Netralitas ASN di Pilkada Serentak

Wartawan BantenHits.com Iyus Lesmana melaporkan, jembatan kayu gantung ini kondisinya cukup memprihatinkan karena tiang-tiang konstruksi sudah mulai koyak. Belakangan diketahui, jembatan gantung itu dibangun dua tahun silam sebagai pengganti jembatan beton yang ambruk akibat diterjang banjir pada 2016 lalu.

“Bukan hanya warga Langon II dan Langon Indah saja yang menggunakan jembatan ini, tapi warga Kedungingas,Ciporong, Tanjung dan Kedung Gua, Kecamatan Bojonegara juga sering lewat sini jika akses jalan utama menuju kampung mereka ditutup,” ujar Salamah, salah seorang warga, Jumat, 30 November 2018.

Salamah membeberkan bahwa tidak ada jembatan alternatif lainnya yang bisa di gunakan oleh warga untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Satu-satunya hanya jembatan hasil gotong royong warga ini.

BACA :  Jasad Remaja Asal Cisoka Tangerang Ditemukan Utuh di Pantai Sawarna

“Setelah roboh jembatan tidak dibangun lagi. Makanya warga bernisiatif membangun jembatan seadanya menggunakan bambu supaya warga tetap bisa menjalankan aktivitas,” bebernya.

Menurut Salamah, jembatan bambu itu juga sudah beberapa kali roboh akibat diterjang banjir. Warga kemudian memperbaiki secara swadya. Ia berharap kepada Pemkot Cilegon agar turun tengan dengan membangun jembatan di lingkungannya.

“Jembatan ini sudah beberapa kali roboh, tapi dibangun lagi sama warga. Intinya nggak kuat kalau ada banjir besar, pasti roboh,” tuturnya.

Saat dikonfirmasi, salah seorang anggota DPRD Kota Cilegon Rahmatullah mengaku sangat prihatin dengan kondisi ini. Pasalnya, dengan banyaknya industri dan investasi di Cilegon masih terdapat kondisi Jembatan Langon yang terbuat dari bambu serta kondisinya sudah memprihatinkan.

BACA :  Airin Pastikan Tak Ada Aktivitas HTI di Tangsel

“Saya merasa prihatin ternyata di Cilegon masih ada jembatan gantung yang terbuat dari bambu, saya menyayangkan jembatan Langon tersebut tidak kunjung dibangun lagi oleh Pemerintah Kota Cilegon,” tandasnya. (Rus)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler