Connect with us

METROPOLITAN

Seorang Polisi Bersama Tujuh Pemburu Rusa di Pulau Panaitan Ditangkap Tim Gabungan Mabes Polri

Published

on

Kepala BTNUK Mamat Rahmat

Kepala Balai TNUK Mamat Rahmat membenarkan ada delapan pemburu rusa di Pulau Panaitan ditangkap Tim Gabungan Mabes Polri. Satu pelaku seorang polisi. (Foto: Engkos Kosasih/Banten Hits)

Pandeglang – Petugas Balai Taman Nasional Ujung Kulon atau TNUK bersama petugas gabungan dari Polairud dan Pangkalan Laut Merak wilayah sumur menangkap delapan pemburu rusa di Kawasan TNUK, tepatnya di Pulau Panaitan, Kecamatan Sumur, Pandeglang, Minggu, 2 Desember 2018. Satu pemburu diketahui anggota Polri.

Kepala BTNUK Mamat Rahmat mengatakan ada delapan orang yang saat ini tertangkap dan dilakukan penyidikan langsung dari Tim Mabes Polri, karena para pelaku ditangkap saat ada kegiatan operasi gabungan.

“Dari jumlah delapan orang ini masih ada tiga pelaku lainnya yang lari ke hutan dan masih dikejar sampai saat ini. Adapun lokasi yang dijadikan tempat berburu itu di kawasan Pulau Panaitan,” kata Mamat, Minggu, 2 Desember 2018.

BACA :  'Ditodong' Pertanyaan Soal Toilet Rusak, Ini Jawaban Zaki

Ia menjelaskan ada tiga ekor rusa yang dijadikan barang bukti dengan kondisi yang sudah dicacah dimasukan dalam bok pendingin.

“Dari jumlah delapan yang tertangkap ada oknum Polisi dari Mabes Polri Jakarta di dalamnya dan saat ini sedang diproses,” jelasnya.

Sementara Agus, tokoh muda Kecamatan Sumur mengatakan, adanya penangkapan pemburu rusa di Kawasan TNUK harus dikawal oleh warga dalam penegakan hukumnya.

“Sangat jelas ini adalah bentuk pelanggaran hukum. Jangankan memburu, nelayan nangkap udang saja diadili. Apalagi ini rusa. Jangan sampai hukum hanya berlaku untuk masyarakat saja,” tambahnya.(Rus)



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler