Connect with us

METROPOLITAN

Suami Wali Kota Suap Kalapas supaya Bisa Ngamar sama Artis, Wakil Wali Kota Pastikan Pemkot Tangsel Bebas Korupsi

Published

on

Suami Wali Kota Suap Kalapas supaya Bisa Ngamar sama Artis, Wakil Wali Kota Pastikan Pemkot Tangsel Bebas Korupsi

Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie saat memasuki salah satu stand di Hari Anti korupsi di Kampus STAN Bintaro, Minggu 9 Desember 2018. (BantenHits.com/ Ade Indra Kusuma)

Tangsel – Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie memastikan Pemkot Tangsel bebas korupsi. Pasalnya, pihaknya melakukan pemantauan ketat terhadap pegawai yang ingin dan yang terindikasi melakukan tindakan korupsi di lingkup kerjanya.

“Pemkot Tangerang Selatan tentunya sudah mencanangkan tekad dalam kegiatan pemerintahannya untuk membersihkan praktik-praktik korupsi di Tangsel,” kata Benyamin di sela acara puncak peringatan Hari Anti Korupsi Nasional di Kampus STAN, Bintaro Tangsel , Minggu 9 Desember 2018.

Komitmen mewujudkan Pemkot Tangsel bebas korupsi yang disampaikan Benyamin Davnie menghadapi ujian maha berat. Pasalnya, saat Peringatan Hari Anti Korupsi di Tangsel digelar, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany terungkap menyuap Kalapas Sukamiskin supaya bisa ngamar sama wanita yang disebut-sebut artis muda di ibukota.

BACA :  KTP Jilid IV Masih Kesulitan Peroleh Dokumen Publik dari SKPD di Lebak

Kondisi Wawan yang masih bergelimang harta kekayaan meski tengah dibui, dicurigai karena Wawan masih mengendalikan sejumlah proyek di Provinsi Banten dan kota/ kabupaten.

BACA JUGA: Tak Hanya Ngamar dengan Wanita, Aktivis Curiga Suami Wali Kota Tangsel Masih Kendalikan Proyek dari Lapas

Menurut Benyamin, PNS yang bertugas melayani masyarakat diwajibkan mengikuti pelatihan anti korupsi. Di dalamnya mereka diberikan pengetahuan mengenai perilaku yang sebenarnya salah, namun itu termasuk praktik korupsi.

“Diingatkan terus menerus, kita harus melatih diri terus menerus, menyadarkan diri terus menerus, mana yang melanggar mana yang tidak, mana yang korupsi mana yang tidak, itu yang terus kita lakukan,” kata Benyamin.

BACA :  Perang Lawan Corona, Mahasiswa dan Alumni FK dan FON UPH Diturunkan Jadi Relawan Medis dan Perawat di Siloam Hospitals

Pihaknya pun mendapatkan asistensi dari tim saber pungli untuk melakukan pengawasan terhadap PNS di Kota Tangerang Selatan. Hal itu dibuktikan dengan diungkapnya kasus pungutan liar yang dilakukan oleh Camat Ciputat beberapa waktu lalu dan sudah menjalani proses hukum.

“Tiga bulan sekali kita bertemu yang diasistensikan oleh satu tim dari divisi pencegahan KPK,” kata Benyamin.

Kepala Kejaksaan Negeri Tangsel, Bima Suprayoga mendukung rencana Pemkot Tangsel dalam memberantas korupsi. Saat ini pihaknya gencar sosialisasi kepada masyarakat umum tentang bahaya laten korupsi.

“Kami juga turun di Jaksa masuk kelurahan. Kegiatan itu nanti adalah program pada saat bantuan kelurahan, dan kami akan beri arahan Lurah, Jaksa masuk Pesantren, sekolah, dan lain-lain,” kata Bima.(Rus)

BACA :  Satlantas Polres Lebak Tilang Puluhan Truk Pasir Basah



Terpopuler