Connect with us

Rubrik Unggulan

Tak Hanya Dieng, Kabupaten Lebak juga Punya “Negeri di Atas Awan”

Published

on

Tak Hanya Dieng, Kabupaten Lebak juga Punya "Negeri di Atas Awan"

Seorang warga menunjuk ke arah awan yang berada di bawahnya saat berada di Gunug Luhur yang disebut Negeri di Atas Awan di Kampung Citorek, Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak. (Istimewa)

Lebak – Dieng memang terkenal dengan segala keeksotisan alam yang memikat. Ada banyak pesona alam yang disediakan oleh alam Dieng, salah satunya adalah hamparan awan yang seperti terpecah oleh sinar matahari yang menyelimuti daratan jika melihat dari atas.

Kini keindahan alam itu tak hanya milik Dieng semata. Kabupaten Lebak yang notabene daerah tertinggal dengan wilayah terluas di Provinsi Banten memiliki berbagai wisata yang belum tereksplore, salah satunya “Negeri di Atas Awan” yang berada di wilayah Kampung Ciusul, Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak.

Terletak 70 kilometer dari pusat kota Rangkasbitung, negeri di atas awan Kabupaten Lebak menyodorkan keindahan alam dengan hamparan awan yang membentang di atas wewengkon Citorek.

Dinta Sudinta, warga Desa Warungbanten, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak kepada BantenHits.com menjelaskan wisata negeri di atas awan ini biasa disebut masyarakat sekitar sebagai ‘Gunung Luhur’ lantaran kondisi bukit yang mampu menembus awan sehingga ketika berada di puncak, masyarakat bisa melihat hamparan awan yang luas.

“Belum lama ini saya mengunjungi negeri di atas awan Kabupaten Lebak, saya rasa tidak kalah seperti Dieng, keindahannya boleh diadu. Ditambah kita bisa melihat dari atas bagaimana keindahan wewengkon Citorek,” kata Dinta melalui telepon seluler, Kamis 13 Desember 2018.

Menurutnya, untuk mencapai lokasi wisatawa memerlukan waktu sekitar 120 menit atau dua jam perjalanan dari pusat kota Rangkasbitung dengan kondisi jalan yang terbilang cukup layak untuk dilalui oleh kendaraan roda dua ataupun empat.

“Kondisi jalan cukup bagus, kita bisa menggunakan roda dua atau roda empat. Namun, saat kondisi hujan tidak direkomendasikan karena memang, curam dan terjal,” katanya.

Dinta menyarankan untuk mendapatkan view yang sempurna wisatawan harus berada dilokasi saat pagi hari sekitar pukul 06.00 hingga 09.00 WIB karena kita bisa melihat bagaimana awan membentang luas dengan perpaduan sinar matahari yang baru terbit.

“Kalau siang memang hilang awan nya, tapi kita bisa juga melihat bagaimana keindahan wewengkon citorek dari atas,” jelasnya.

Dinta meyakini destinasi wisata ini bisa menarik banyak wisatawan baik lokal maupun internasional lantaran menyodorkan keasrian dan keindahan alam.

“Kita harap ini bisa dikelola dengan baik oleh pemerintah karena memang akan berdampak juga pada peningkatan taraf ekonomi masyarakat,” imbuhnya. (Rus)

Trending