Connect with us

Pemilu

Kesal Banyak Politisi Beli Suara Rakyat dengan Materi, Caleg di Banten Tantang Perang Terbuka

Published

on

Caleg DPR RI nomor urut 5 untuk Dapil Banten 2 dari PKS Mohamad Fikri

Caleg DPR RI nomor urut 5 untuk Dapil Banten 2 dari PKS Mohammad Fikri saat orasi. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Fenomena politisi bermulut besar yang kerap abai sama janji yang disampaikan kepada rakyatnya,  rupanya tak hanya membuat geram rakyat,  tapi kalangan sesama politisi juga. 

 

Kesal dengan sikap politisi semacam itu,  Mohammad Fikri,  Caleg DPR RI Daerah Pilih (Dapil) Banten II dari PKS menantang seluruh Caleg di Dapil II perang gagasan secara terbuka di hadapan masyarakat. 
 
Perang gagasan secara terbuka,  diyakini memberikan edukasi positif kepada masyarakat. Hal tersebut juga mencerminkan proses demokrasi yang berkualitas tanpa unsur kecacatan di dalamnya.
 
“(Melalui perang gagasan)  dampak yang paling penting lagi terjadi, bahwa konstituen akan memberikan hak pilihnya bukan karena pemberian atau yang lainnya, melainkan karena konsituen akan melihat secara objektif mana calon yang memiliki kredibilitas dan kemampuan atas gagasan-gagasan yang keluar dari pembicaraannya, ” ungkap Fikri di Kota Serang,  Jumat,  14, Desember 2018.
 
Gagasan-gagasan yang disampaikan secara terbuka di hadapan publik,  lanjutnya,  haruslah dibarengi dengan aktualisasi nyata para caleg jika kemudian terpilih menjadi perwakilan rakyat. 
 
“Jadi terkesan tidak tidak hanya omong besar saat di panggung yang sudah susah payah didirikan,” jelasnya.
 
“Semua menyatakan gagasannya, lalu kemudian semua Caleg menandatangani fakta integritas untuk pembuktian kepada masyarakat, kalau nanti gagasannya tidak terlaksana, maka dia harus berani mundur,” sambungnya. 
 
Fikri memberikan catatan, perang gagasan ini harus dilakukan secara terbuka agar seluruh masyarakat konstituen di Dapil Banten II dapat mengetahuinya. 
 
Namun demikian, Fikri mengaku pesimis akan ada Caleg lain yang berani melakukan perang gagasan secara terbuka.  Karena menurutnya, sudah menjadi kebiasaan mayoritas politisi, pola-pola yang dilakukan untuk meraup suara adalah dengan pola-pola instan, seperti jual beli suara.
 
“Politisi itu sudah kayak pedagang. Saya harap Masyarakat Banten jangan mau dihargai dengan harga yang murah.” tukasnya. (Rus) 

BACA :  Gemasaba Menduga Camat Cikedal Arahkan Aparatur Desa Menangkan Caleg NasDem karena Ditekan


Terpopuler