Connect with us

METROPOLITAN

27 Tahun Kerja di Garuda Indonesia Gajinya Rp 3,5 Juta; Supervisor Nekat Gabung Sindikat Pencuri Barang Pesawat

Published

on

27 Tahun Kerja di Garuda Indonesia Gajinya Rp 3,5 Juta, Supervisor Nekat Gabung Sindikat Pencuri Barang Pesawat

Kapolres Kota Bandara Soekarno Hatta Kombes Pol Victor Togi Tambunan saat ekspos pengungkapan kasus pencurian barang pesawat milik Garuda Indonesia. (BantenHits.com/ Maya Aulia)

Tangerang – Jajaran kepolisian Restro Bandara Soekarno Hatta menangkap empat orang sindikat pencurian barang-barang milik PT Garuda Indonesia yang berada di dalam pesawat. Sindikat tersebut merupakan karyawan di maskapai milik pemerintah ini.

Kapolres Kota Bandara Soekarno Hatta Kombes Pol Victor Togi Tambunan mengatakan, keempat sindikat tersebut adalah TG, SO, JF, dan FI. Mereka memiliki berbagai peran untuk melakukan pencurian dan penjualan inventaris milik PT Garuda Indonesia.

“TG merupakan supervisor dari PT Garuda Indonesia yang merupakan orang pertama yang melakukan pencurian, sementara SO merupakan penadah yang juga menjual,” katanya, Kamis, 20 Desember 2018.

Togi mengatakan, barang-barang yang dicuri pun beragam, mulai dari peralatan makan seperti sendok, piring, dan garpu hingga parfum berlogo Garuda Indonesia.

“Pelaku sudah menjalani kegiatan ini selama 3 bulan, dimana pada tersangka TG ditemukan 32 parfum logo garuda, tersangka SO berupa 12 sarung bantal berlogo garuda, tersangka JI 20 piring, 70 puch garuda, dan kitset, tersangka FI 30 parfum garuda, 40 parfum ukuran berbeda, earphone,” ujarnya.

Barang-barang tersebut selanjutnya di jual menggunakan situs penjualan online. Keuntungannya pun dalam sekali penjualan para pelaku dapat mengantongi hingga Rp. 400.000.

Sementara itu, TG pelaku yang merupakan supervisor mengatakan, gaji nya menjadi supervisor yang tidak mencukupi dianggap sebagai salah satu penyebab dirinya tergoda melakukan pencurian tersebut.

“Saya sudah bekerja 27 tahun di Garuda, tapi sampai sekarang gaji saya hanya Rp. 3.500.000, saya diajak sama SO untuk berbuat seperti itu, akhirnya saya khilaf,” tandasnya.

Kini, para pelaku dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian dan Pasal 8 jo pasal 62 dan /atau pasal 9 jo pasal 62 Undang-undang RI nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara. (Rus)

Trending