Connect with us

METROPOLITAN

Nelayan di Pelabuhan Karangantu Menjerit Sulit Dapatkan Solar

Published

on

nelayan Karangantu Serang

Perahu-perahu nelayan di Pelabuhan Karangantu Serang. Para nelayan di Karangantu mengaku kesulitan mendapatkan solar. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Nelayan di Pelabuhan Karangantu mengaku kesulitan mendapatkan solar untuk kebutuhan menangkap ikan di laut. Akibatnya beberapa dari mereka harus membeli solar dari luar pelabuhan.

Karno, salah seorang nelayan Karangantu menuturkan, kesulitan nelayan tersebut disebabkan habisnya stok solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) sejak beberapa hari terakhir.

“Saya jarang beli di SPBN karena sering kehabisan. Paling beli di warung- warung itupun juga kalau lagi ada kalau tidak ada, ya terpaksa harus tidak melaut,” katanya kepada awak media, di Kota Serang, Rabu 19 Desember 2012.

BACA :  Kriminolog: Kejahatan Terjadi Akibat Mental, Kemiskinan, dan Pergaulan

Terkadang para nelayan harus rela pergi ke luar kecamatan Kasemen untuk mencari solar. Meski belum pasti mendapatkan solar atau tidaknya. Padahal solar yang dibutuhkan nelayan kecil tidak terlalu besar.

“Kita sehari pakai solar itu cuma 10 liter gak lebih, tapi ngedapetinnya susah,” ucapnya.

Padahal lanjutnya, dengan pergi melautpun belum tentu mendapatkan ikan untuk dijual dan hasilnya dibawa pulang untuk keluarga di rumah apalagi saat langka solar seperti ini.

“Yah kita mah pengennya ke pemerintah itu perhatiin nelayan kecil. Kita mah gak repot cukup solar tersedia setiap hari sudah senang,” tukasnya.

Di tempat berbeda, Ketua Himpunan Nalayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Serang Didin Hasanudin membenarkan hal itu. Menurutnya, kelangkaan sudah terjadi sejak beberapa hari lalu.

BACA :  Jembatan Rusak, Aktivitas Warga Dua Desa di Cimarga Lebak Terhambat

Selain adanya kapal besar dituturkannya kesulitan nelayan juga karena ada ketentuan harus memiliki BPKP (Bukti Pencatatan Kapal Perikanan) yang dikeluarkan oleh dinas kelautan Provinsi.

“Harus miliki BPKP dulu padahal mah nelayan kecil tidak harus karena kan kebutuhannya juga kurang dari 20 liter sehari,” pungkasnya.(Rus)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler