Connect with us

METROPOLITAN

Angka Perceraian di Tangsel Menurun

Published

on

Angka Perceraian di Tangsel Menurun

Kemenag Tangsel mencatat angka perceraian di Tangsel pada 2018 menurun. FOTO Ilustrasi: Google.com.

Tangsel – Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatat angka perceraian di Tangsel mencapai 3.100 kasus. Jumlah tersebut terbilang menurun mengingat dibanding 2017 yang mencapai 4.000 kasus.
Akan tetapi 3.100 kasus yang terjadi sepanjang 2018 tersebut, masih berupa berkas yang masuk ke Kementerian Agama Kota Tangsel. Sebab, dari pengajuan pernikahan itu, terkadang pasangan membatalkan ajuannya atau rujuk kembali.

“Angka tersebut masih kumulatif. Ada yang resmi cerai, rujuk atau batal bercerai,” ucap Kepala Kementerian Agama Kota Tangsel Abdul Rojak kepada wartawan, Jumat 21 Desember 2018.

Dikatakannya mayoritas pasangan tersebut ingin mengakhiri bahtera rumah tangga mereka lantaran ada orang ketiga. Media sosial sendiri diyakini jadi alat untuk pasutri tersebut bertemu dengan selingkuhannya.

BACA :  Raih Penghargaan BNPB, Irna Ingin Bermitra dengan Relawan Bencana

“Alasannya klasik karena perselingkuhan. Pasangan tersebut bertemu selingkuhan lewat sosial media. Saling suka akhirnya ketauan pasangan dan adanya ajuan cerai,” jelasnya.

Dengan tingginya angka perceraian di Tangsel membuat pihaknya sedih. Untuk itu ia meminta agar setiap pasutri bisa menyelesaikan masalah dengan kepala dingin dan bisa diselesaikan dengan mediasi atau dengan penasihat perkawinan.

“Saya di sini menekankan agar para pasangan tidak segera membuat keputusan untuk bercerai kalau ada masalah. Sebaiknya diselesaikan dulu secara keluarga atau lewat penasihat perkawinan karena bercerai adalah perbuatan yang sangat dibenci Allah SWT,” tukasnya.(Rus)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler