Connect with us

METROPOLITAN

BMKG Sebut Hanya Gelombang Tinggi, Warga Marah: Ini Tsunami!

Published

on

KORBAN TSUNAMI TANJUNG LESUNG DIRAWAT DI BALAI DESA TANJUNG JAYA

Balai Desa Tanjung Jaya menjadi tempat evakuasi sementara korban luka akibat tsunami di Tanjung Lesung.(BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG memprediksi jika pristiwa yang terjadi di Banten khususnya Kabupaten Pandeglang dan Anyer, Serang merupakan gelombang tinggi. Namun, prediksi BMKG tersebut dipertanyakan sejumlah warga yang menjadi korban bencana.

“Ini mah bukan gelombang tinggi tapi Tsunami! Kata BMKG gelombang tinggi,” kata Ahmad Mubarok, salah seoran korban kepada BantenHits di Tanjung Lesung, Sabtu malam, 22 Desember 2018.

Prediksi BMKG tersebut disampaikan melalui twitter resminya. Dalam cuitan itu BMKG menyatakan bahwa glombang tinggi di Anyer bukan karena Tsunami.

BACA :  Pokja Wartawan Cilegon: Proses Oknum Polisi Arogan!

“BMKG tidak mencatat adanya gempa yang menyebabkan tsunami malam ini. Yang terjadi di Anyer dan sekitarnya bukan tsunami, melainkan gelombang air laut pasang,” tulis BMKG dalam akun Twitter-nya, Sabtu, 22 Desember 2018.

Namun Minggu, 23 Desember 2018 sekitar jam 01.01 WIB cuitan itu sudah tak terlihat lagi di akun Twitter @infoBMKG. Bahkan BMKG juga menyatakan bahwa kejadian tersebut adalah tsunami.

“Mencermati peristiwa tsunami di Pantai Barat Provinsi Banten pada tanggal 22 Desember 2018, malam hari sekitar pukul 21.27 WIB maka Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan tanggapan sebagai berikut, pertama, berdasarkan informasi peristiwa tersebut, BMKG segera melakukan analisis rekaman data sinyal seismik di beberapa sensor seismik terdekat dengan lokasi terjadinya tsunami,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangan tertulisnya.

BACA :  Menaker Sebut Banyak Keuntungan yang Didapat Buruh dari PP Pengupahan

Berdasarkan rekaman seismik, tidak didapatkan rekaman gempa bumi pada waktu yang berdekatan dengan tsunami itu. Namun, dia tak menjelaskan lebih lanjut soal penyebab tsunami.

“Berdasarkan analisis sinyal seismik tidak didapatkan adanya rekaman gempabumi pada waktu yang berdekatan dengan waktu terjadinya tsunami di sekitar Banten dan Lampung,” tuturnya.

Rahmat mengatakan ada kenaikan ketinggian air pasang di sejumlah lokasi. Berikut daftarnya berdasarkan pengamatan tidegauge (sementara):

a. Tidegauge Serang tercatat pukul 21.27 WIB ketinggian 0.9 m
b. Tidegauge Banten tercatat pukul 21.33 WIB ketinggian 0.35 m
c. Tidegauge Kota Agung Lampung tercatat pukul 21.35 WIB ketinggian 0.36 m
d. Tidegauge Pelabuhan Panjang tercatat pukul 21.53 WIB ketinggian 0.28 m

BACA :  Catat! Mulai 20¬†April Akses dari Warjok Menuju Benggala Serang Diterapkan Jalan Satu Arah

Dia menyatakan peristiwa ini tidak disebabkan aktivitas gempa bumi tektonik. Masyarakat diminta tetap tenang.

“Peristiwa ini tidak disebabkan oleh aktifitas gempabumi tektonik. Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tuturnya.(Rus)

Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler