Connect with us

METROPOLITAN

Buat Dermawan; Waspadai Posko Pengungsian Fiktif! Ini Saran Polres Pandeglang

Published

on

Duet Mensos dengan Bupati Pandeglang Nyanyikan Laskar Pelangi untuk Korban Tsunami

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita bersama Bupati Pandeglang di Posko Pengungsian Desa Tanjung Jaya. Mensos dan Bupati Pandeglang berdut menyanyikan lagu Laskar Pelangi untuk korban tsunami. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Masyarakat dunia serempak tanpa dikomando mengulurkan tangan untuk para korban terdampak tsunami Selat Sunda, Sabtu malam, 22 Desember 2018.

Namun, kemurah-hatian dermawan untuk para korban, ternyata coba dimanfaatkan sekelompok oknum yang tidak bertanggungjawab dengan mendirikan posko bantuan fiktif hanya untuk meraup keuntungan.

Wartawan BantenHits.com Engkos Kosasih menangkap fenomena tersebut setelah berkutat dengan suasana pengungsian sejak tsunami menerjang.

Posko bantuan diduga fiktif menjamur di sekitar Kecamatan Panimbang. Posko ini mendadak berdiri di sepanjang jalan. Modus para oknum untuk memanfaatkan situasi pun beraneka ragam. Ada yang mendirikan posko meski mereka bukan korban tsunami, ada juga yang menempati pengungsian pada malam hari hanya untuk mendapatkan bantuan. Siang harinya mereka lengap dari pengungsian.

“Ke posko pengungsian, yuk! Siapa tau dapat bantuan,” kata salah seorang pelaku kepada kelompoknya.

Percakapan tersebut terekam BantenHits.com. Setelah ditelusuri, kelompok oknum warga tersebut bukanlah warga terdampak tsunami. Desa di mana mereka tinggal juga tak terdampak tsunami.

Menyikapi fenomena tersebut, Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono meminta agar dermawan yang perduli terhadap korban bencana melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak Polri, TNI dan pemerintah daerah, sebelum memberikan bantuan. Hal itu, agar bantuan tepat sasaran.

“Hati-hati adanya posko dan tempat pengungsian yang bodong! Agar dermawan yang akan mendistribusikan ataupun menyerahkan logistik selalu berkoordinasi dengan pihak terkait, tidak langsung terjun menyerahkan logistik ke lokasi pengungsian bencana tsunami Selat Sunda di wilayah Kabupaten Pandeglang,” kata Indra, Senin, 31 Desember 2018.

Bencana tsunami selat sunda yang melanda sejumlah wilayah termasuk Kabupaten Pandeglang meruntuhkan sejumlah bangunan dan merenggut ratusan nyawa.

Dari data BNPB korban tewas di Kabupaten Pandeglang mencapai 292 orang, 3.976 orang luka-luka, delapan orang hilang, dan 33.136 orang mengungsi. Sementara korban meninggal di Kabupaten Serang tercatat 21 orang, 247 orang luka-luka, dan 4.399 orang mengungsi. (Rus)

Trending