Connect with us

METROPOLITAN

Istigasah Malam Pergantian Tahun, Pengungsi Tsunami di Tanjung Lesung Terbayang Hal Ini

Published

on

Malam Pergantian Tahun, Pengungsi di Tanjung Lesung Masih Terbayang saat Lari dari Amukan Tsunami

Pengungsi tsunami di Tanjung Lesung Pandeglang menggelar istigasah di malam pergantian tahun baru 2019. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Ratusan warga di wilayah terdampak tsunami Selat Sunda bersama para korban dan pengungsi melakukan istigasah dan doa bersama di malam pergantian tahun baru 2019 di posko pengungsian KSPN Tanjung Lesung yang terletak di Desa Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang, Senin malam, 31 Desember 2018.

Meski hujan deras terus mengguyur dan membasahi tempat istigosah dan doa bersama, namun tidak menyurutkan keinginan warga untuk berdoa dan memohon agar semua musibah cepat teratasi dan tidak ada lagi musibah.

Camat Panimbang, Suaedi Kurdiatna mengatakan kegitan istigosah dan doa bersama ini merupakan bentuk ke perihatinan masyarakat atas musibah yang terjadi beberapa hari lalu. Ditambah lagi, musibah tersebut telah merenggut nyawa 29 orang dan 5 orang warga Panimbang masih belum ditemukan.

BACA :  Kisruh Bantuan Sosial Tunai, Warga Hancurkan Barang di Kantor Desa Carenang Udik Kabupaten Serang

“Kita berdoa bersama untuk para almarhum dan yang belum ditemukan, semoga musibah ini cepat berlalu, dan tidak ada lagi musibah ini di Indonesia,” kata Suaedi usai Istigasah.

Selain mendoakan para korban yang tewas dan menghilang akibat tsunami selat sunda. Pada malam pergantian tahun baru kai ini menjadi momentum untuk warga dan masyarakat pengungsi untuk duduk bersama dengan pemerintahan desa dan kecamatan untuk saling mengutarakan pendapat dan mencari sulosi agar permasalahan yang timbul akibat dampak tsunami Selat Sunda dapat segera teratasi.

“Saat ini kita masih melakukan pendataan rumah-rumah yang rusak akibat tsunami, mudah-mudahan segera selesai dan mendapat solusi yang terbaik,” tandasnya.

BACA :  Membandel, Stok File di Citeras Lebak Kembali Ditertibkan Petugas

Sementara Nuroh salah seorang warga pengungsian mengaku trauma atas kejadian tersebut.

“Saya trauma, lari-lari mengungsi ke tempat yang tinggi meski tidak terkena tsunami, tapi saya takut,” kata Nuroh.(Rus)



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler

Please disable your adblock for read our content.
Refresh