Connect with us

METROPOLITAN

Ada Bisnis Esek-esek, PKL di Stadion Ciceri Ogah Direlokasi ke Pasar Kepandean

Published

on

PKL Stadion Ciceri

PKL di Stadion Ciceri terlibat adu mulut dengan Satpol PP Kota Serang yang akan menertibkan bangunan liar. Seorang PKL bahkan mengaku Tim Sukses Safrudin – Subadri Ushuludin yang saat ini menjabat wali kota dan wakil wali kota Serang.(BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Pedagang kaki lima atau PKL di Stadion Ciceri enggan direlokasi ke Pasar Kepandean yang telah disediakan oleh Pemerintah Kota Serang.

Salah seorang PKL di Stadion Ciceri, Ahmad Suwardi mengatakan, pedagang tak mau disatukan dengan praktik prostitusi yang berlangsung di Pasar Kepandean. Jika Pemkot tetap memaksakan merelokasi PKL ke Pasar Kepandean, PKL akan menggelar unjuk rasa.

“Kami akan melakukan demo Pemkot Serang, kalau harus jualan bareng pekerja prostitusi. Saya mau pindah asal prostitusi dibubarkan,” ujar Ahmad Suwardi kepada awak media, Rabu 2  Desember 2018.

BACA :  Surat Peringatan 2 Penggusuran Lokalisasi Dadap Terancam Batal Diturunkan

Selain karena alasan bisnis esek-esek, Ahmad juga mengaku masih mempertimbangkan, apakah Pasar Kepandean yang disediakan pemerintah efisien untuk berjualan, sehingga bisa ramai dikunjungi oleh pembeli.

“Di sana juga masih banyak prostitusinya. Masih ngelumbuk.Saya lihat dengan mata kepala saya sendiri. (Prostitusi) di Pandean banyak di alun-alun juga banyak,” tuturnya. 

Suwardi berharap Pemkot Serang tidak menyia-nyiakan pedagang yang sudah menghidupi anak dan keluarganya. 

“Saya begini saja, kalau emang mau ditertibkan oleh Pemkot, silahkan. Saya prinsipnya siap, asalkan nanti para pedagang direlokasi lagi. Intinya jangan disia-siakan lah,” ujarnya.

“Sementara ini saya off berhenti dulu sambil nunggu penataan, saya sewa di stadion dulu Rp 6 juta selama satu tahun. Setornya ke seseorang yang mengelola bukan pemerintah,” sambungnya.

BACA :  DPRD Ingin Pemkab Evaluasi Puskesmas Carita yang Dibangun di Tengah Hutan: Susah Dijangkau

Ia menyarankan kepada Pemkot Serang untuk lakukan penataan lokasi stadion, bukan malah merelokasi.

“Yang olahraga itu kan perlu makan dan minum, tapi ingat bukan minum-minum memabukkan. Mereka kan biasanya minum teh manis atau kopi susu atau makan disini,” pungkasnya. (Rus)



Terpopuler