Connect with us

Pemilu

Bawaslu Banten Proses Ujaran Hasto ‘Mau Pilih Penebar Fitnah atau yang difitnah’

Published

on

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Banten Badrul Munir

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Banten Badrul Munir. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Bawaslu Banten telah melakukan pemeriksaan terhadap dua saksi pelapor terkait ujaran ‘Mau pilih penebar fitnah atau yang difitnah’ yang diucapkan Sekretaris Tim Kampanye Nasional atau TKN Jokowi-Maruf yang juga Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Kasus ini sebelumnya dilaporkan Tim Advokat Indonesia Bergerak (TAIB) ke Bawaslu RI. Karena lokasi perkara yang dilaporkan berada di Banten, Bawaslu RI melimpahkan kasusnya ke Bawaslu Banten.

BACA JUGA: Soal Pernyataan Hasto ‘Mau Pilih Penebar Fitnah atau yang Difitnah’, Bawaslu RI Limpahkan Kasusnya ke Bawaslu Banten

“Kemarin Rabu (2 Januari 2019) sudah panggil satu pelapor dan dua saksi yang dibawa oleh pelapor,” ujar Badrul Munir, Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Banten, Sabtu 5 Januari 2018.

BACA :  30 Persen Keterwakilan Perampuan Anggota KPU Lebak Harus Terpenuhi, Timsel Maksimalkan Sosialisasi

Hasil dari pemeriksaan terhadap dua saksi dan pelapor, Bawaslu mendapatkan pokok keterangan yang disampaikan pelapor dan saksi.

“Pelapor menyampaikan bahwa dia (pelapor dan saksi) membaca dari berita online, di dalam berita itu menurut pelapor ada yang mengandung kalimat penghinaan sebagaimana diatur dalam Pasal 280 UU 7 tahun 2017 tentang larangan dalam kampanye,” terangnya.

“Karena peristiwanya di Banten makanya di limpahkan ke Bawaslu Banten,” sambungnya.

Badrul menjelaskan, Bawaslu Banten masih melakukan pembahasan terkait pelaporan hasil klarifikasi dari pelapor dan saksi. Bawaslu memiliki waktu 14 hari kerja untuk memanggil beberapa orang yang dapat memberikan keterangan jelas.

“Masih membahas siapa nanti yang menurut kami akan kami panggil lagi. Pihak-pihak yang dibutuhkan (keterangnnya) kemungkinan (dipanggil) Senin (7 Januari 2019) karena sekarang mepet banget ya,” tegasnya.

BACA :  Ungkap Data Personal Lawan Politik saat Debat, Praktisi Hukum Sebut Jokowi Bisa Dianggap Sebar Hoaks dan Salahgunakan Wewenang

Pernyataan Hasto disampaikan seusai acara di kediaman Ketua Kadin Banten Mulyadi Jayabaya di Jalan Raya Rangkasbitung-Pandeglang, Kamis, 20 Desember 2018.

BACA JUGA: Ditanya Penyebab Elektabilitas Jagoannya Keok di Banten, Hasto: Mau Pilih Penyebar Fitnah atau yang Difitnah?

Atas pernyataan tersebut, TAIB resmi melaporkan Hasto Kristiyanto ke Bawaslu RI dan Bareskrim Mabes Polri, Rabu, 26 Desember 2018. Pelaporan dilakukan secara marathon mulai dari Bawaslu kemudian ke Bareskrim.(Rus)



Terpopuler