Connect with us

Pemilu

Adu Visi Misi Gagal Digelar KPU, Sandi Ingin Debat Capres-Cawapres Bukan Lomba Mengapal

Published

on

sandi uno tentang debat capres cawapres

Cawapres Nomor Urut 02 Sandiaga Salahudin Uno menginginkan debat Capres-Cawapres menampilkan gagasan-gagasan untuk memperbaiki Indonesia. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – KPU membatalkan pembacaan visi-misi pasangan Capres-Cawapres yang sedianya akan difasilitasi 9 Januari 2019. Pasalnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tak menemui kata sepakat mengenai mekanisme penyampaian visi misi.

TKN Jokowi-Ma’ruf meminta agar pembacaan visi dan misi bisa diwakilkan kepada timses. Sementara BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bersikukuh agar pembacaan dilakukan oleh kedua pasangan capres dan cawapres.

BACA JUGA: Alasan Sandiaga Uno Visi-Misi Harus Disampaikan Capres-Cawapres: Rakyat Ingin Dengar Langsung

Gagal adu visi misi dengan petahana, Cawapres Nomor Urut 02 Sandiaga Salahudin Uno kini tengah mempersiapkan materi untuk debat pertama Capres-Cawapres. Sandi mengaku telah mempersiapkan cara untuk menyampaikan visi-misi secara langsung.

“Kami ingin menampilkan visi misi dan gagasan kami untuk Indonesia yang adil. Tidak ingin (debat Capres Cawpares) ini ajang debak kusir, ajang cepat tepat, atau cerdas cermat. Kami ingin, (debat capres cawapres) ini bukan lomba menghapal, terutama hapal singkatan-singkatan,” terang Sandi seusai menghadiri Milad ke-22 Ponpes Al Mubarok, Sumur Pecung, Kota Serang, Minggu, 6 Januari.

1.000 Kunjungan Mencari Masalah di Tengah Masyarakat

Menurut Sandi, Prabowo dan dirinya akan memaparkan visi misi dan gagasan untuk mencapai lapangan kerja untuk masyarakat dan menciptakan harga bahan pokok yang stabil.

“Tapi kami juga menyampaikan tentang (penegakan) hukum yang tajam ke bawah tapi tumpul ke atas,” sambungnya.

Beberapa hal yang dia sampaikan, lanjut Sandi, akan jadi pokok pemikiran bagaimana ke depannya masalah tersebut bisa dipecahkan.

Sandi mengaku, supaya materi debat bisa substantif dan tersampaikan ke publik, dirinya telah menginstruksikan pendukungnya untuk melakukan 1.000 kunjungan mencari pokok masalah yang ada di masyarakat yang akan disampaikan di debat.

“Di uji kemampuan nalar kita untuk bangsa ini. Kami punya pasukan 1.000 kunjungan. Dan nanti kami tampilkan di debat,” pungkasnya.(Rus)

Trending