Connect with us

Pemilu

Soal Visi Misi tanpa ‘Stuntman’,  Sandiaga Uno Contohkan saat Dirinya Nyalon Ketua HIPMI 2005

Published

on

Sandiaga Uno di Sepatan Timur Tangerang

Sandiaga Uno saat menghadiri dialog gerakan penciptaan lapangan kerja (Oke Oce) di Rumah Makan Liwet Sunda, Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Minggu petang,  6 Januari 2019.(BantenHits.com/ Hendra Wibisana)

Tangerang — Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02 Sandiaga Salahudin Uno, sangat menyayangkan terkait penghapusan visi dan misi pasangan calon oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).Pasalnya, menurutnya, pemilih  ingin mengetahui pemaparan visi dan misi pasangan calon sebagai pertimbangan menjatuhkan pilihan.

Hal tersebut dikatakan Sandiaga Uno saat menghadiri dialog gerakan penciptaan lapangan kerja (Oke Oce) di Rumah Makan Liwet Sunda, Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Minggu petang,  6 Januari 2019.

BACA JUGA:  Adu Visi Misi Gagal Digelar KPU,  Sandi Ingin Debat Capres-Cawapres Bukan Lomba Mengapal

Menurut pria olahragawan yang selalu enerjik dan menebar senyum ini, pada saat dirinya maju menjadi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HPMI) tahun 2005, dirinya diminta untuk memaparkan visi dan misi karena pemilih ingin mendengarkan langsung.

”Karena (pembatalan visi misi)  itu sudah menjadi keputusan KPU, kita hormati  dan sangat disayangkan karena masyarakat itu ingin mendengarkan visi dan misi pasangan calon. Dan kalu KPU sendiri yang menyelenggarakannya jangkauannya itu bisa ke seluruh Indonesia. Tapi jika kami yang melaksanakannya itu sangat sulit dengan adanya keterbatasan waktu. Padahal KPU sudah memiliki dana yang besar untuk melakukan sosialisasi,” jelasnya.

Menurut Sandi, masyarakat tentunya menginginkan proses pemilu yang jujur dan adil. Namun karena keputusan sudah diambil KPU dia mengajak semua pihak menghormati.

Sebelumnya,  KPU membatalkan pembacaan visi-misi pasangan Capres-Cawapres yang sedianya akan difasilitasi 9 Januari 2019. Pasalnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tak menemui kata sepakat mengenai mekanisme penyampaian visi misi.

TKN Jokowi-Ma’ruf meminta agar pembacaan visi dan misi bisa diwakilkan kepada timses. Sementara BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bersikukuh agar pembacaan dilakukan oleh kedua pasangan capres dan cawapres.(Rus)

Trending