Connect with us

METROPOLITAN

Nama Pejabat Ini Disebut Turut Menikmati Korupsi Bibit Kakao 2016

Published

on

Kepala Kejari Lebak Lanna Hany Wanike

Kepala Kejari Lebak Lanna Hany Wanike dan jajaran bersama pengacara tersangka korupsi Bibit Kakao. (BantenHits.com/ Fariz Abdullah)

Lebak – Kejaksaan Negeri Lebak menerima pengembalian kerugian negara dari kedua tersangka korupsi bibit kakao tahun 2016 Kosim Anshori dan Indra Evo Kurniawan, Senin, 7 Januari 2019.

Kepala Kejari Lebak Lanna Hany Wanike mengatakan secara akumulatif kerugian negara pada kasus korupsi pengadaan bibit kakao tahun 2016 sebesar Rp 598 juta dimana untuk APBN sebesar Rp 397 juta dan APBD Rp 201 juta. keduanya secara utuh telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 537.789 juta hasil korupsi pengadaan bibit kakao tahun 2016 baik APBN maupun APBD.

“Masih ada Rp 60 juta kerugian negara di pihak lain,” kata Hany kepada awak media diruang kerjanya, Senin, 7 Januari 2019.

Hany mengklaim saat ini Kejaksaan negeri Lebak mengetahui pihak lain yang turut serta menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 60 juta pada kasus korupsi pengadaan bibit kakao tahun 2016.

“Yang Rp 60 juta ini APBN, kita masih tunggu itikad baiknya, kalau tidak ada ya kita tindak lanjuti,” tegasnya.

Sementara Acep Saepudin penasihat hukum Kosim Anshori dan Indra Evo Kurniawan mengaku untuk kerugian negara pada korupsi pengadaan bibit kakao APBN 2016 kedua klientnya sudah mengembalikan secara utuh kepada Kejari Lebak.

“APBN, APBD sudah kita kembalikan secara utuh, adapun masih ada selisih kerugian negara sebesar Rp 60 juta itu di pihak lain bukan kedua klien saya,” katanya.

Acep menyebutkan dari hasil BAP yang diterimanya kerugian negara sebesar Rp 60 juta yang belum dikembalikan ada di pihak lain yang notabene saat korupsi berlangsung menjabat sebagai bawahan dari kliennya Kosim Anshori.

“Informasi yang harus bertanggung jawab atas kerugian negara sebesar Rp 60 juta itu Pak Edeng,” ucapnya.

Untuk diketahui pada tahun 2016 Edeng Heryamin merupakan Kepala Bidang pengembangan perkebunan Dinas kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Lebak, Edeng disebut-sebut juga turut terlibat pada korupsi pengadaan bibit kakao tahun 2016 juta dan menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 60 juta. (Rus)

Trending