Connect with us

METROPOLITAN

Banyak Banget Pungutan di Kawasan Kesultanan Banten, Resmi atau Pungli Sih?

Published

on

TIKET MASUK KE KAWASAN KESULTANAN BANTEN

Tiket masuk ke Kawasan Kesultanan Banten. Meski di tiket tercantum tiket parkir, namun pengunjung tetap harus pungutan parkir ketika memarkirkan kendaraannya. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Revitalisasi Kawasan Kesultanan Banten yang dilakukan Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) sudah mulai terlihat. Kawasan yang merupakan salah satu magnet wisatawan ini mulai tertata, tak lagi kumuh seperti dulu.

Namun, revitalisasi secara fisik di kawasan bersejarah tersebut ternyata tak lantas membuat pungutan hilang. Setelah revitalisasi, pungutan di Kawasan Kesultanan Banten justru semakin menjadi-jadi.

Wartawan BantenHits.com Mahyadi menelusuri titik-titik terjadinya praktik pungutan yang memberatkan pengunjung Kawasan Kesultanan Banten.

Pengendara Disetop dan Harus Langsung Bayar

Titik pungutan pertama, berada di area pintu masuk Kawasan Kesultanan Banten. Wisatawan yang masuk disetop sejumlah pria dan diminta harus langsung membayar tiket retribusi masuk kawasan Rp 5.000. Tiket tersebut berstempel pengelola.

Petugas yang memungut uang retribusi masuk, enggan menjelaskan dari mana aturan yang mematok harga tiket masuk ke Kawasan Kesultanan Banten.

“Ini aturan sudah lama, Pak. Kalau mau masuk, ya bayar!” tegas seorang petugas kepada BantenHits.com.

Tarif Parkir Bervariatif

Setelah melewati penjagaan di pintu masuk, wisatawan harus kembali mengeluarkan kocek untuk biaya parkir kendaraan. Biaya parkir pun tak sama. Bergantung posisi parkir kendaraan.

Untuk posisi parkir di sekitaran bibir jalan menuju Masjid Kesultanan Banten, pengunjung dikenakan biaya parkir sebesar Rp 2.000. Namun, jika parkir dalam area museum, pengunjung harus merogoh kocek lebih mahal yaitu Rp 3.000 rupiah.

“Biasanya kalau Jumat seperti ini hanya bayar parkir saja tiga ribu di Museum Banten. Tapi, Jumat belakangan ini dimintai lima ribu sekali masuk belum termasuk parkir,” ujar Iyansyah, pengunjung dari Ponpes Salafiah Ulumudin Cikande, Kabupaten Serang kepada BantenHits.com di lokasi Kesultanan Banten, Kamis malam, 10 Januari 2018.

TAMAN DI KESULTANAN BANTEN JADI TEMPAT PARKIR

Taman di Kawasan Kesultanan Banten berubah menjadi tempat parkir. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Taman Jadi Tempat Parkir

Membludaknya pengunjung Kawasan Kesultanan Banten pada Kamis malam, membuat kemacetan di kawasan ini tak terelakkan. Para petugas yang menjaga taman agar rumputnya tak diinjak pengunjung, tampak kewalahan memperingati pengunjung.

“Susah! Padahal kita sudah beri palang kayu, tapi disingkirin (sama pengendara). Ya, kalau gini banyak yang rusak tanamanya akibat motor,” ujar seorang ibu yang bertugas menunggu taman di sekitar Kawasan Kesultanan Banten.

Taman yang seharusnya hanya digunakan untuk duduk bersantai, malam itu berubah menjadi parkiran. Roda-roda kendaraan besar dan kecil bergantian menggilasi rumput yang baru tumbuh bermekaran.

Judin, pengunjung lainnya menyebut, kemacetan di picu karena sebagian bahu jalan digunakan menjadi parkiran kendaraan. Selain itu, pedagang yang tak tertata membuat kemacetan semakin menjadi-jadi.

“Ya, gimana lagi parkiran penuh. Kalau macet ini ni (menunjuk mobil yang terpakir di tepi jalan) yang buat kemacetan sama pedagang,” ujar Judin.

Akibat kemacetan yang mengular, tak sedikit pengunjung yang harus putar balik mengurungkan niatnya berkunjung ke Kawasan Kesultanan Banten.

Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Serang tentang Retribusi, tarif parkir ditetapkan untuk parkir roda dua (motor) hanya Rp 1.000. Sementara tarif parkir untuk roda empat (mobil) Rp 2.000. Saat ini perda tersebut sedang diubah dan Pemkot Serang mengusulkan tarif kendaraan roda dua sebesar Rp 2.000, sedangkan roda empat Rp 3.000.(Rus)

Trending