Connect with us

METROPOLITAN

Pemkab Pandeglang Kekurangan Dana untuk Bangun Huntara Korban Tsunami

Published

on

Anak-anak Pengungsi Tsunami di SDN I Cigeulis Pandeglang Terserang Gatal dan Muntah-muntah

Anak-anak korban tsunami di Posko Pengungsian di SDN I Cigeulis, Kabupaten Pandeglang. Anak-anak mulai terserang gatal dan muntah-muntah. Mereka membutuhkan diapers. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Pandeglang, Ramadhani mengaku masih kekurangan dana untuk membangun hunian sementara atau Huntara untuk korban tsunami selat sunda di wilayah terdampak tsunami.

Pasalnya, anggaran yang terkumpul dari pemerintah Kabupaten Pandeglang baru mencapai sekitar Rp 1,8 miliar sedangkan Huntara yang harus dibangun sekitar 1071 unit dengan masing-masing unit sekitar Rp 10 juta.

Kepala BPKD Pandeglang, Ramadani mengatakan, pemerintah daerah masih membutuhkan sebanyak 10 miliar untuk membangun hunian sementara, sebab jumlah hunian sementara yang akan dibngun mencapai angka seribu.

BACA :  Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Baros Serang

“Itu 1.071 mau kita bangun huntara, yang 100 huntara oleh BNI di Sumur, berarti sisa 971 unit, dikali perunit sepuluh juta, ditambah dengan perlengkapannya, berarti kurang lebih kita masih butuh 10 miliar,” katanya, Jumat, 11 Januari 2019.

Pembangunan Huntara sendiri, rencananya bakal dikerjakan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP). Sementara untuk kekurangan anggaran, Pemerintah Kabupaten Pandeglang masih mencari sulosi, agar Huntara dapat segera di selesaikan.

“Mudah-mudahanlah kita bisa segera mencari solusi untuk kekurangannya. Sementara ini, kita akan bangun di Kecamatan Carita dulu 100 unit,” tandasnya.(Rus)



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler