Connect with us

WISATA

Pulihkan Tingkat Kunjungan Wisatawan, Pemprov Banten Pertimbangkan Cabut Larangan Rapat di Hotel

Published

on

Andika Hazrumy Rapat Pemulihan Sektor Pariwisata

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy saat rapat koordinasi pemulihan sektor pariwisata yang digelar Kementerian Pariwisata di Hotel Marbella Anyer, Kabupaten Serang, Jumat, 11 Januari 2019.(Istimewa)

Serang – Tingkat kunjungan wisatawan ke pantai di wilayah Banten turun drastis menyusul tsunami Selat Sunda yang menerjang kawasan Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang, Sabtu malam, 22 Desember 2018.

Untuk memulihkan kembali minat kunjungan wisatawan dan okupansi hotel di sepanjang pantai di Banten, Pemerintah Provinsi Banten akan mempertimbangkan mencabut larangan rapat di hotel.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy saat rapat koordinasi pemulihan sektor pariwisata yang digelar Kementerian Pariwisata di Hotel Marbella Anyer, Kabupaten Serang, Jumat, 11 Januari 2019.

“Lebih jauh lagi hal ini diharapkan dapat men-triger wisatawan untuk kembali datang ke Anyer dan sekitarnya karena yakin bahwa Anyer sudah aman dari potensi bencana seperti yang terjadi kemarin,” kata Andika seperti dilansir dalam keterangan tertulis ya g diterima BantenHits. com.

Hadir pada rapat tersebut Menteri Pariwisata Arief Yahya, Gubernur Lampung Rido Ficardo dan kepala daerah kabupaten/kota di Banten dan Lampung yang terdampak bencana tsunami Desember lalu.

Diungkapkan Andika, beragam potensi wisata unggulan terdapat di sepanjang kawasan wisata pantai Anyer–Carita-Tanjung Lesung mulai dari wisata bahari, wisata sejarah, wisata religi dan wisata cagar alam. Potensi wisata bahari di Provinsi Banten sangat

Potensial dengan 82 jumlah pantai dan panjang garis pantai sepanjang 509 KM, khusus pantai di wilayah Selat Sunda mencapai terdapat 54 pantai dengan garis pantai sepanjang 97,6 KM.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, sektor pariwisata menjadi penghasil devisa tertinggi pada tahun 2017. Saat ini, pariwisata menjadi kontributor devisa terbesar kedua di atas sektor migas dan setelah industr minyak sawit,” papar Andika. (Rus)

Trending