Connect with us

METROPOLITAN

Bawa Misi Perdamaian Dunia ke Tangsel,  Palang Merah Remaja Korsel Lakukan Hal-hal Ini

Published

on

Palang Merah Remaja Korsel Bawa Misi Perdamaian Dunia ke Tangsel

Palang Merah Remaja Korsel berfoto bersama. di sela kunjungan ke Tangsel. (Istimewa)

Tangsel – Sebanyak 49 anggota Palang Merah Remaja (PMR) asal Korea Selatan (Korsel) bakti sosial di tujuh sekolah di Tangerang Selatan membawa misi perdamaian dunia. 49 orang ini terdiri dari 13 siswa SMP, 21 orang pelajar SMA, 13 orang dari Universitas dan tiga staff.

Kedatangan mereka disambut Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany, Wakil Wali Kota Benyamin Davnie, dan ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Banten, Ratu Tatu Chasanah, di kantor pemerintah kota (Pemkot) Tangsel, Kamis 10 Januari 2019.

“Tangsel sudah bekerjasama dengan Daejon. Ini kerja sama yang luar biasa untuk kami, semoga kunjungan ini memberikan pengalaman dan peningkatan kinerja PMI baik untuk Korea Selatan maupun Indonesia,” terang Airin.

Wanita yang juga ketua PMI Tangsel itu, berharap PMR Korsel bisa mendapatkan kesan yang baik selama berada di Tangsel.

Sementara Ketua PMI Banten Ratu Tatu Chasanah menjelaskan kedatangan PMR Korsel ini untuk bakti sosial, salah satunya membuat lubang biopori di sekolah.

“Kunjungan ini untuk meningkatkan kapasitas PMR yang ada di Korea selatan dengan bentuk dukungan peningkatan sarana prasana, pembuatan biopori dan lainnya di tujuh sekolah yang ada di Tangsel, ” ujar Ratu Tatu.

Para remaja dari korea ini akan bermalam selama lima hari dan menginap di Hotel Santika BSD. Setiap harinya akan baksos di tujuh sekolah yang sudah ditentukan, di wilayah Pamulang, Ciputat, Setu dan Serpong.

Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Benyamin Davnie mengatakan, mereka juga akan promosi tentang kesehatan, sekolah aman dan melakukan pertukaran Budaya.

“Mereka akan promosikan kebersihan seperti apa, keamanan kesehatannya bagaimana dan ada juga kontruksi, maksudnya kalau ada sekolah yang rusak mereka akan membangun,” jelas Benyamin.

Dosen Besar Universitas Daejon Korea Selatan, Prof Park Chanin, mengungkapkan dirinya sangat mencintai Indonesia, dengan keterbukaan dan ketulusan hati masyarakatnya. Kegiatan ini sebagai bentuk pertemuan penerus bangsa dari Korea selatan dan Indonesia saling bertemu dan berjuang untuk mewujudkan mimpi untuk mewujudkan mimpi besar bersama yakni perdamaian dunia.

“Saya pribadi sudah lima kali datang ke Indonesia, pertama kali pada 10 tahun lalu ke Universitas di Yogyakarta. Saya berharap pemuda pemudi berjabat tangan maju di internasional dengan sosok yang lebih kuat dan berkembang,” tukasnya. (Rus)

Trending