Connect with us

METROPOLITAN

Rapat di Gedung Pemerintahan Terlalu Mainstream, Wali Kota Tangerang Pilih Rapat Evaluasi Kewilayahan di Tempat Ini

Published

on

RAPAT EVALUASI KEWILAYAHAN KAMPUNG MARKISA - WALIKOTA 1

Pemkot Tangerang menggelar Rapat Evaluasi Kewilayahan di Kampung Markisa. (FOTO: Humas Pemkot Tangerang)

Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang menggelar kegiatan Rapat Evaluasi Kewilayahan yang diselenggarakan rutin setiap satu bulan sekali untuk mengevaluasi pembangunan yang telah dilakukan di berbagai wilayah Kota Tangerang.

Berbeda dengan sebelumnya yang selalu dilakukan di Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, kali ini Rapat Evaluasi Kewilayahan diselenggarakan di Kampung Markisa, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Kawaraci.

Dalam keterangan tertulis yang diterima BantenHits.com, Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah dalam sambutannya mengungkapkan rapat evaluasi yang diselenggarakan di luar gedung puspem merupakan sebuah upaya untuk mendekatkan diri dengan masyarakat.

“Namanya aja kewilayahan jadi sudah seharusnya dilakukan di wilayah,” terang Arief saat memberikan arahan pada rapat yang berlangsung di Kampung Markisa, Kelurahan Pasar Baru, Karawaci, Jumat, 11 Januari 2019.

BACA :  Polres Serang Kota Lakukan Mutasi, Wakapolres dan Tujuh Kapolsek Diganti

Arief juga menjabarkan dengan mengadakan rapat di wilayah, jajaran Pemkot Tangerang diharapkan mampu untuk mengetahui apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan masyarakat Kota Tangerang dengan melihat langsung di wilayah.

“Dan kita juga bisa tahu apa yang baik dari satu wilayah untuk kemudian diserap dan diadopsi sesuai dengan karakter wilayah lain,” jelas Arief di acara yang juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Sachrudin dan Sekretaris Daerah Dadi Budaeri.

Dalam rapat yang diikuti oleh kepala OPD, Camat dan Lurah se-Kota Tangerang tersebut, Wali Kota mengharapkan agar birokrat Pemkot Tangerang di wilayah mampu untuk mengembangkan dan mengoptimalkan potensi yang ada di wilayah.

Dirinya mencontohkan bagaimana Desa Pongok di Kabupaten Klaten yang berada jauh dari pusat kota mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh desanya yang hanya berupa mata air.

BACA :  Keluarga Kepsek Cium Ada Rekayasa

“Dari mata air aja pendapatannya bisa sampai 12 Miliar. Ini jadi tantangan bagi kita, bagaimana mendorong pengembangan potensi wilayah bisa mengembangkan kualitas masyarakat,” tambahnya.

Wali Kota meminta melalui Festival Kampung Kita yang menjadi event tahunan Kota Tangerang, bisa dilakukan di tingkat Rukun Warga (RW) dan juara setiap tahunnya bergantian menjadi tuan rumah untuk event yang sama di tahun berikutnya.

Dengan begitu diharapkan bisa menumbuhkan motivasi bagi masyarakat untuk saling berlomba – lomba menciptakan lingkungan tempat tinggal yang bersih dan nyaman.

“Jadi tiap RW bisa termotivasi untuk merubah kampungnya ke arah yang lebih baik. Kan setiap warga dari berbagai RW seluruh Kota Tangerang dateng ke tempat yang jadi juara,” tandas Arief.

BACA :  Antisipasi Menjamurnya Gepeng Menjelang Lebaran, Satpol PP Tangerang Gelar Patroli

Sebagai informasi, sebelum melaksanakan rapat di Kampung Markisa, Wali Kota mengajak peserta Rapat Evaluasi Kewilayahan untuk mengunjungi kantor Kelurahan Karawaci untuk belajar tentang bagaimana melakukan proses pembibitan tanaman yang telah rutin dilakukan oleh warga dan pegawai Kelurahan Karawaci.(Rus)



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler