Connect with us

METROPOLITAN

Siapa Bilang Anak Berkebutuhan Khusus Gak Bisa Jadi Chef Andal? Danish Culinary School Sediakan Programnya Loh!

Published

on

Danish Culinary School Sediakan Program untuk anak berkebutuhan khusus

Salah satu kegiatan di Danish Culinary School atau DCS BSD, Tangsel. DCS menyediakan program untuk anak berkebutuhan khusus. (BantenHits.com/ Ade Indra Kusuma)

Tangsel – Sebagai seorang chef yang sudah malang melintang, Taufik Hidayat Syah ingin memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Salah satunya dengan mendirikan Danish Culinary School (DCS), di bilangan BSD, Tangerang Selatan. 

DCS menyediakan enam program bagi calon mahasiswanya, sesuai dengan kemauan mereka. Di antaranya, program sembilan bulan profesional hotel siap kerja, program enam bulan profesional, program tiga bulan cruise ship yang ingin bekerja di kapal pesiar.

Program kursus masak harian, program D3 perhotelan dan yang paling menarik program enam bulan sekolah kuliner luar biasa, yang ditujukan bagi anak-anak berkebutuhan khusus selama enam bulan. Mereka dijadwalkan mendapat pelatihan tiga kali dalam waktu seminggu.

“Dalam program luar biasa ini, kami memberi kesempatan kepada anak-anak berkebutuhan khusus. Saya lihat, mereka tidak bisa menyalurkan minat mereka dibidang kuliner, mereka hanya mengenal teori tetapi bakat mereka tidak tersalurkan. Kita tertantang membuat program ini agar bakat mereka bisa tersalurkan,” papar Direktur DCS, Taufik Hidayat Syah, Jumat 11 Januari 2019. 

Di DCS, Segala peralatan memasak yang ada akan memperhatikan keamanan. Ditambah, para pelatih atau pengajarnya pun akan di training terlebih dahulu agar maksimal dalam memberikan pelajaran memasaknya. “Dari mulai peralatan kami sediakan betul agar tidak membahayakan mereka. Para pelatihnya juga akan ditraining terlebih dahulu. Sehingga mereka mempunyai kesabaran dan antisipasi keselamatan dari sisi peralatan,” ujarnya.

Metode yang diberikan DCS bagi siswa berkebutuhan khusus pun, akan dimulai dengan metode memasak yang standar. Dengan begitu, Taufik berharap bisa membantu mereka untuk berwirausaha di bidang kuliner. Dengan harapan, mereka dapat membuat makanan yang nantinya bisa mereka jual.

“Anak Berkebutuhan Khusus juga boleh bekerja di dapur. Kami tidak ingin ada anak seperti ini terlantar,” tukasnya. (Rus)

Trending