Connect with us

METROPOLITAN

Tutup 26 Toko di Jawa dan Sumatera, Hero Supermarket Bantah PHK Sepihak 

Published

on

Corporate Affairs General Manager Hero Supermarket Tony Mampuk.

Corporate Affairs General Manager Hero Supermarket Tony Mampuk. (BantenHits.com/ Ade Indra Kusuma)

Tangsel – Ribuan massa aksi dari Serikat Pekerja Hero Supermarket (SPHS) dan Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PT Hero, Jalan Boulevard Bintaro, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Jumat 11 Januari 2019.

Mereka memprotes pemutusan hubungan kerja (PHK) 40 orang pegawai Hero yang dianggap dilakukan sepihak. 

BACA JUGA: Ribuan Karyawan Hero Supermarket Unjuk Rasa Protes PHK Sepihak

PT Hero Supermarket melalui Corporate Affairs General Manager, Tony Mampuk, membantah terkait adanya PHK sepihak yang dilakukan pihaknya. 

Tony menjelaskan, Hero menutup 26 tokonya di sejumlah tempat di Jawa dan Sumatera, jawa, dan mengakibatkan seluruh pekerjanya harus di PHK. Dari 26 toko itu, total 532 pekerjanya harus mengakhiri hubungan kerja. Selain karena tutupnya toko, Tony juga menjelaskan, toko lain yang masih buka, kondisi posisi pekerjanya sudah terisi semua. 

“Atas kondusi ini tokonya tutup dan tidak ada tempat untuk mereka bekerja lagi. Setiap toko lain yang kita punya juga sudah terisi bahkan beberapa sudah berlebih. Akhirnya kita mencoba menjelaskan kepada mereka, 92 persen dari 532 mereka memahami dan menyepakati pemutusan hubungan kerja,” jelas Tony dikantornya, Jumat 11 Januari 2019. 

Tony mengatakan, hanya 43 pekerja yang masih belum menerima kondisi tersebut dan minta dipekerjakan kembali. Soal pesangon yang tidak bisa ia sebutkan besarannya, juga dikatakan sudah disepakati dengan 92 persen pekerja yang di PHK itu. Terkait dugaan adanya union busting, atau upaya pemberangusan serikat pekerja yang dilakukan pihak manajemen, Tony juga membantahnya.

“Union busting, PT Hero Supermarket sudah memiliki serikat pekerja sejak 18 tahun yang lalu. Kalau kita ingin melakukan union busting mereka sudah tidak ada di sini,” jelasnya.(Rus)

Trending