Connect with us

EKONOMI & BISNIS

Kios dan Toko di Lahan PT KAI Dibongkar, Disperindagpas Kabupaten Lebak Khawatir PAD Pasar Merosot

Published

on

Satpol PP dan PT KAI Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Sunan Kalijaga Cijoro

Berdiri di atas lahan milik PT KAI, bangunan liar yang akan dibangun ruko komersil dirobohkan Satpol PP dan PT KAI. (Istimewa)

Lebak– Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar atau Disperindagpas Kabupaten Lebak mulai mengkhawatirkan merosotnya pendapat asli daerah PAD pengelolaan pasar, menyusul dibongkarnya kios dan toko yang berada di lahan PT KAI beberapa waktu lalu.

Kepala Disperindagpas Kabupaten Lebak Dedi Rahmat mengatakan PAD pengelolaan pasar tahun 2019 ditarget Rp 3.344.242.600, naik sekitar Rp 37 juta dari target tahun 2018 sebesar Rp 3.307.242.100.

“Ya, memang target tidak terlalu jauh berbeda, tapi kami mulai khawatir akan ada penuruan pendapatan asli daerah karena pedagang di kios atau toko di lahan PT KAI sudah dibongkar,” kata Dedi kepada awak media, Senin, 14 Januari 2019.

Dedi mengaku belum mengetahui secara pasti kekurangan nilai PAD pada tahun 2019 ini akibat dibongkarnya beberapa kios di sekitar Pasar Rangkasbitung yang berada di lahan PT KAI.

“Kita taksir memang akan berkurang, kita upayakan agar pengurangan tidak terlalu jauh merosotnya,” ucapnya.

Sementara, Sekretaris Disperindag Lebak Orok Sukmana menambahkan, bila target PAD pengelolaan pasar di 2018 mampu terealisasi dengan baik. Begitu pula pada target PAD pengelolaan pasar tahun ini pihaknya akan berupaya keras untuk merealisasikannya.

“Memang ada satu potensi pajak yang terpaksa harus dihilangkan yaitu sejumlah kios dan toko yang awalnya berdiri dilahan milik PT KAI. Namun karena lahan tersebut akan digunakan untuk pendukung sarana prasarana di Stasiun KA Rangkasbitung, maka PAD pengelolaan dari kios dan toko di lahan tersebut sudah tidak mungkin lagi didapat,” katanya. (Rus)

Trending