Connect with us

METROPOLITAN

Pemkot Tangsel Gandeng PPD Operasikan Trans Anggrek 

Published

on

Pemkot Tangsel Dapatkan 20 Bus dari Kementerian Perhubungan untuk Lengkapi Trans Anggrek

Wakil Wali Kota Tangsel melakukan penandatangan serahterima 20 bus dari Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Darat untuk Kota Tangsel, Senin 14 Januari 2019. Bus tersebut dijadikan armada Trans Anggrek. (Istimewa)

Tangsel – Pemerintah Kota Tangsel belum lama ini menerima hibah berupa 20 unit bus untuk Trans Anggrek dari Dirjen Angkutan Darat Kementerian Perhubungan. Untuk mengoperasikan secara profesional, Pemkot Tangsel melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangsel bekerja sama dengan Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta atau Perum PPD.

Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan PPD karena perusahaan tersebut dinilai profesional dan sudah berpengalaman. Kerja sama tersebut dilakukan dengan menggandeng PPD sebagai operator. Selain 20 unit bus baru, lima unit Trans Anggrek juga akan diserahkan ke PPD.

BACA :  Enam Warga Berangkat Umroh Gratis Program Gapensi Kabupaten Lebak

“Kalau yang lima pelat merah dan akan beralih ke pelat kuning,” jelas pria yang akrab disapa Bang Ben ini, Jumat 18 Januari 2019. 

Untuk penumpang, lanjut Bang Ben,  untuk bus pelat kuning bisa berbayar dan kalau pelat merah gratis. Adapun trayek bus itu antara lain Pondok Aren, Serpong, Ciputat, dan Ciputat Timur.

“Untuk sementara trayek itu, kalau nanti ada trayek tambahan ya bisa disesuaikan lah,” ucapnya. 

Hanya saja, ia mengaku belum bisa memastikan kapan pengoperasian 20 unit bus baru dari Kemenhub itu.

“Makin cepat makin bagus,” tandasnya.

Sementara itu, Dirut Perum PPD Pande Putu Yasa mengatakan, pihaknya sedang mengkaji teknis dan metode pengelolaan bus tersebut.

BACA :  Ciputra Bangun 800 Unit Hunian Mewah Baru

“Ditargetkan bulan Maret bus ini harus jalan,” katanya.

Dia menyebutkan 20 bus ini merupakan bus 3/4 dan akan jalan di empat koridor. Selain itu bus ini akan terintegrasi dengan stasiun kereta api. Sedangkan untuk tarif sampai saat ini belum final.

“Yang jelas nanti akan ada tarif batas bawah dan tarif batas atas,” tukasnya. (Rus)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler