Connect with us

Pemilu

Soroti Diksi dan Gestur Capres-cawapres saat Debat, Aktivis 98 Akhirnya Yakin Hanya Pasangan Ini yang Memiliki Kapasitas

Published

on

Pasangan Capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saat debat perdana.

Pasangan Capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saat debat perdana. (Merdeka.com)

Tangerang – Debat perdana Pilpres 2019 digelar KPU RI di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis malam, 17 Januari 2019. Debat yang mengusung tema Hukum, HAM, Korupsi dan Terorisme ini berlangsung sekitar dua jam.

Aktivis 98, Ricky Tamba yang juga Juru Bicara Jaringan 98 memberikan catatan khusus terhadap performa dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

Lewat keterangan tertulis yang diterima BantenHits.com, Ricky mengungkapkan, dirinya langsung mendapat kesimpulan pasangan yang memiliki kapasitas menjadi pemimpin bangsa saat dua pasangan calon memaparkan visi misi di bidang Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.

BACA :  Terungkap! Biaya Pengiriman Capai Rp 1,458 M, Tabloid Indonesia Barokah Sasar Ponpes yang Terdaftar di Kementerian Agama

Ricky mengaku tertarik dengan cara penyampaian visi misi berjudul Indonesia Menang Adil dan Makmur oleh pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno.

“Pilihan diksi dan kalimat yang simpel mudah disimak semua kalangan, gestur santai dan mengerti persoalan,” terangnya.

Ricky juga bahkan mencermati busana yang digunakan Prabowo-Sandi. Menurutnya, mereka tampil fashionable tapi tetap memancarkan kewibawaan pemimpin.

“Isi kepala dan kapasitas akan mempengaruhi performa (Capres-cawapres). Itulah yang membentuk Pak Prabowo berwibawa dan Bang Sandi cerdas funky millenials kekinian. Mereka berbagi peran dan saling melengkapi, ” jelasnya.

Kewibawaan, lanjut Ricky, penting ditunjukkan agar pasangan capres-cawapres bisa meyakinkan rakyat bahwa mereka akan menjadi pasangan pemimpin yang memiliki marwah tegas untuk membela kaum miskin, juga kelas menengah dan kelas atas.

BACA :  Ungkap Dugaan 17,5 Juta DPT Pemilu 2019 Bermasalah, Ahli IT dan Keluarganya Diancam Dibunuh

“Adil, aman dan makmur untuk semua,” ucapnya.

Ricky juga menyebut, pemimpin jangan sibuk dengan pencitraan baju dan sepatu murah, tetapi ternyata kebijakannya lebih berpihak kepada kaum pemodal dan para cecunguknya.

“Sibuk ngevlog tetapi ternyata tak ‘ngeh’ problem finansialisasi digitalisasi di era abad 21, yang bila tak waspada akan menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tercinta,” ujarnya.(Rus)



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler