Connect with us

METROPOLITAN

PT Blue Scope Steel Indonesia Putuskan Kerjasama, Puluhan Karyawan PT BCS Korban PHK Ngadu ke Pemkot Cilegon

Published

on

Karyawan PT BCS Protes PHK sepihak PT Blue Scope Steel Indonesia

Puluhan karyawan PT BCS protes pemutusan kerjasama sepihak yang berujung PHK oleh PT Blue Scope Steel Indonesia. (BantenHits.com/ Iyus Lesmana)

Cilegon – Puluhan karyawan PT Buana Centra Swakarsa (BCS) berbondong-bondong mendatangi kantor Wali Kota Cilegon untuk mengeluhkan nasib para karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK),  Sebin,  21 Januari 2019.

Wakil Ketua Bidang Advokat PUK PT BCS Eli Idris kepada awak media mengatakan, PHK yang dialami karyawan PT BCS terjadi setelah PT Blue Scope Steel Indonesia yang berlokasi di Kawasan Industri KIEC Kavling 02 Jalan Asia Raya, Kelurahan Kotasari, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, memutuskan kerjasama sepihak.

Akibat pemutusan kontrak kerjasama tersebut berakibat pengurangan tenaga kerja PT BCS yang diketahui sudah bekerja di perusahaan hingga belasan tahun lamanya. 

BACA :  Danrem 064 MY Dijadwalkan Tutup TMMD di Lebak

“Ada 74 orang yang terkena PHK, kami ini karyawan BCS yang diperkerjakan di PT Blue Scope nah dari Blue Scope dengan alasan efisiensi, awalnya ada 17 orang karyawan dikembalikan ke  BCS otomatis di-PHK,” ujarnya. 

Eli mengungkapkan, setelah mengetahui rekan kerjanya terkena PHK, maka sebagai bentuk solidaritas atara semasa ia berserta karyawan lainnya melakukan aksi mogok kerja menuntut agar bisa di pekerjakan kembali.

“Pada tanggal 22 November 2018, kami yang lain melakukan mogok kerja sebagai bentuk solidaritas dan menuntut 17 orang karyawan yang di PHK untuk dipekerjakan lagi. Meskipun sudah dimediasi tapi tidak ada titik temu, ” ungkapnya.

Kembali Eli mengungkapkan, paska melakukan aksi mogok kerja ironisnya para karyawan lainnya langsung mendapatkan pemberitahuan melalui pesan WhatsApp bahwa karyawan lainnya tidak bisa memasuki perusahaan untuk melakukan aktifitas seperti biasanya.

BACA :  990 Baby Lobster Akan Diselundupkan ke Singapura

“Karyawan lainnya dan masih aktif seperti operator crane, forklip dan lainnya yang seharusnya seharusnya masuk shift sore tidak boleh masuk oleh Blue Scope melalui security. Selanjutnya dapet WA dari atasan dari bluesope dan BCS karyawan yang lain tidak boleh masuk semua akhirnya tidak bisa masuk,” imbuhnya.

Eli menegaskan, ia bersama sesama karyawan lainnya akan melakukan aksi unjuk rasa jika persoalan PHK sepihak tidak terselesaikan. Selain itu para karyawan juga menuntut agar hak para karyawan dapat juga diselesaikan oleh pihak PT Blue Scope Steel Indonesia melalui PT BCS.

“Ya harapan dari kami untuk dipekerjakan kami kalau pun tidak hak normatif kami diberikan, karena masih ada masa kontrak sekitar 2 tahun lagi namun diputus di tengah jalan. Secara undang-undang apa bila diputus di tengah jalan perusahaan wajib membayar ganti rugi sisa kontrak menurut informasi PT BCS, Blue Scope tidak mau bayar. Jika tidak terselesaikan saya sudah melayangkan surat untuk mengadakan aksi di tanggal 31 januari,” tegasnya. (Rus)

BACA :  Guru Rekreasi ke Jogjakarta, Siswa SDN 1 Rangkasbitung Diliburkan

Terpopuler