Connect with us

METROPOLITAN

Seorang Balita Tewas, 90 Warga Tangsel Terjangkit DBD

Published

on

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Tangsel, Tulus Muladiono

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Tangsel, Tulus Muladiono mengungkapkan seorang balita tewas, sementara 90 orang lainnya di Tangsel terjangkit DBD. (BantenHits.com/ Ade Indra Kusuma)

Tangsel – Satu orang dinyatakan  tewas,  sementara 90 lainnya yang terjangkit virus demam berdarah Dengue atau DBD di Tangerang Selatan (Tangsel) menjalani perawatan. DBD menjangkiti warga Tangsel hanya dalam kurun tak sampai satu bulan di awal tahun 2019 ini.

Hal itu disampaikan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Tangsel, Tulus Muladiono, di Gedung Farmasi, Jalan Insan Cendekia, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu 23 Januari 2019. 

“Sampai saat ini, sudah ada 90 orang. Data sementara belum diperbarui hari ini,” ujar Tulus.

Dari 90 orang, ada satu korban meninggal dunia asal Serua, Ciputat, di Puskesmas Situ Gintung. Peningkatan jumlah korban DBD pada bulan Januari tahun ini dengan Januari tahun lalu, sangat besar, mencapai hampir 200 persen.

“Yang meninggal masih umur satu tahun, meninggalnya di Puskesmas Situ Gintung. Ini sedih kita soalnya Januari tahun lalu cuma ada 25 orang,” ujarnya.

Sementara untuk wilayah yang paling banyak Terjangkit virus tersebut yaitu Serpong dan Setu. Diketahui 50 persen dari penderita merupakan warga di dua wilayah tersebut.

Tulus mengatakan, peningkatan yang tinggi itu karena siklus lima tahunan DBD. Tulus tidak bisa menjelaskan mengapa bisa disebut siklus lima tahunan, namun ia mengatakan siklus itu memang ada dan sulit kebendung.

“Ada siklus lima tahunan. Kaya sekarang nih lagi musim DBD, kita enggak bisa bendung lah,” ujarnya.(Rus)

Trending