Connect with us

METROPOLITAN

Diduga Jadi Tempat Prostitusi dan Peredaran Miras, Warga Kedung Baya Desak Trans Hotel Ditutup

Published

on

DEMO TRANS HOTEL

Unjuk rasa warga Lingkungan Kedung Baya di depan Kantor Wali Kota Cilegon, Jumat, 25 Januari 2019. Warga mendesak Trans Hotel ditutup karena jadi tempat prostitusi dan peredaran miras.(BantenHits.com/ Iyus Lesmana)

Cilegon – Puluhan warga Lingkungan Kedung Baya, Kelurahan Kalitimbang, kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Cilegon, Jumat, 25 Januari 2018.

Warga mendesak Pemkot Cilegon segera menutup Trans Hotel yang berdiri di pemukiman karena dianggap dijadikan sebagai tempat untuk melakukan maksiat.

Pantauan BantenHits.com meskipun hujan deras warga tetap melakukan unjuk rasa dengan mendapatkan pengawalan dari personel Kepolisian Polres Cilegon.
Selain berorasi, melakukan orasi warga pun terlihat membentangkan spanduk bertuliskan kecaman warga terkait keberadaan hotel di lingkungan warga yang diduga dijadikan tempat prostitusi dan peredaran minuman keras.

BACA :  2.000 Kartu Multi Trip Commuter Line Akan Dibagikan di Stasiun Rangkasbitung

“Keberadaan Trans Hotel menimbulkan adanya kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan norma-norma yang ada di masyarakat sekitar. Kita tidak tau didalam hotel ada kegiatan seperti apa yang jelas di dalam hotel tidak mungkin ada orang yang ngaji,” ujar Muklis salah seorang warga saat dioknfirmasi awak media.

Muklis mengatakan selain diduga digunakan untuk kegiatan maksiat. Perizinan hotel pun di pertanyakan pasalnya diungkapkan warga bahwa warga lingkungan hotel tidak memberikan persetujuan ijin kepada pihak managemen hotel.

“Kita mempertanyakan terkait legalitas ijin hotel. Karena RT dan RW dan warga setempat tidak mendatangani persetujuan atas keberadaan hotel,” ungkapnya.

Muklis menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan unjuk rasa hingga tuntutan warga dapat dipenuhi.

BACA :  Nafas Berhenti Sebelum Tenggelam, Ayu Octaviani Tewas Dibunuh?

“Unjuk rasa akan terus kami lakukan sampai tuntutan terpenuhi. Kita akan demo hotelnya,” tegasnya.

Sebelumnya, 2 Oktober 2018, keberadaan Trans Hotel di Lingkungan Kedung Baya, Kelurahan Kalitimbang, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon ini mendapat penolakan keras dari warga.

Warga menolak jika di dekat lingkungan mereka berdiri sebuah hotel. Penolakan tersebut lantaran kekhawatiran warga jika nantinya penginapan kelas melati tersebut menjadi sarang maksiat oleh pasangan bukan suami istri.

BACA JUGA: Khawatir Jadi Sarang Maksiat, Warga Cilegon Tolak Trans Hotel

“Alasannya, ya namanya hotel bisa saja jadi tempat maksiat, kami kan masyarakat awam, namanya hotel tidak mungkin nanyain buku nikah, paling hanya KTP aja,” tutur warga yang enggan namanya disebut, Selasa, 2 Oktober 2018.

BACA :  Kembalikan Kerugian Negara, Kejari Lebak Pertimbangkan Penangguhan Penanahan Mantan Kadis Hutbun

Reporter: Iyus Lesmana
Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler