Connect with us

Pemilu

JK Minta Seluruh Pengurus Masjid Bakar Tabloid Indonesia Barokah, Sekretaris Dewan Masjid Pandeglang Malah Ngaku Begini

Published

on

Bawaslu Kota Tangerang Sita Tiga Amplop Tabloid Indonesia Barokah di Karawaci

Bawaslu Kota Tangerang menyita tiga amplop Tabloid Indonesia Barokah di Karawaci berkat laporan pengurus masjid. (BantenHits.com/Hendra Wibisana)

Pandeglang – Tabloid Indonesia Barokah telah menyebar di sejumlah wilayah, termasuk Banten. Penyebaran tabloid ini telah memicu keresahan di kalangan umat.

Di Provinsi Banten yang dipimpin Wahidin Halim, kader Partai Demokrat yang disebut menjadi Dewan Penasihat Tim Kampanye Daerah Jokowi-Ma’ruf Banten ini, Tabloid Indonesia Barokah diyakini telah tersebar ratusan ribu eksemplar.

BACA JUGA: Senin, Gubernur Banten Wahidin Halim Diperiksa Bawaslu Kota Tangerang terkait Foto Bilboard bersama Jokowi-Ma’ruf

Ketua Dewan Masjid Indonesia(DMI) Jusuf Kalla seperti dilansir Suara.com, telah memerintahkan kepada seluruh pengurus masjid yang telah menerimaTabloid Indonesia Barokah untuk segera membakar tabloid tersebut karena dianggap sebagai media penyebar hoaks .

“Ya, karena itu melanggar aturan, apalagi mengirim ke masjid, saya harap jangan dikirim ke masjid. Semua masjid-masjid (yang menerima) itu dibakarlah, siapa yang terima itu,” kata JK yang juga Wakil Presiden, usai menghadiri Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana kepada pedonor darah sukarela, di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Sabtu, 26 Januari 2019.

BACA :  Dinilai Provokatif, Spanduk 'Sindiran' untuk Prabowo-Sandiaga di Banten Ditertibkan Bawaslu

Jusuf Kalla juga telah memerintahkan kepada jajaran pengurus DMI di daerah untuk mengimbau kepada masjid-masjid supaya tidak mendistribusikan Tabloid Indonesia Barokah kepada masyarakat.

BACA JUGA: Ini Daftar Dugaan Fitnah yang Disiarkan Tabloid Indonesia Barokah versi BPN Prabowo-Sandi

JK meminta supaya masjid dan rumah-rumah ibadah lain tidak dijadikan tempat untuk membuat dan menyebarkan kabar bohong, sehingga dapat memecah belah persatuan umat.

“Jangan masjid jadi tempat bikin hoaks-hoaks, macam-macam itu; jangan diadu. Kita sudah perintahkan DMI untuk kasih tahu bahwa jangan masjid menerima itu, karena berbahaya,” ujarnya.

BACA JUGA: Keok di Tanah Kelahiran, Ma’ruf Amin Kumpulkan Tiga Pengurus Cabang NU di Pesantrennya

BACA :  Jokowi-Prabowo Berpelukan di Asian Games, Kader Gerindra: Pilpres 2019 Sejuk

Wapres memperingatkan kepada seluruh pelaku di balik pemunculan Tabloid Indonesia Barokah atau penerbit media penyebar hoaks bahwa ada hukum yang berlaku menindak penyebarluasan kabar bohong.

DMI Padeglang Klaim Belum Terima Laporan

Sementara itu, meski Tabloid Indonesia Barokah diyakini telah tersebar di masjid-masjid dan pondok pesantren, namun Sekretaris Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Pandeglang Abdul Gafar menyatakan, pihaknya belum mendapat laporan adanya peredaran tabloid tersebut di masjid yang ada di Pandeglang. Bahkan beberapa masjid yang dilakukan pemeriksaan, tidak didapati keberadaan tabloid itu. 

“Saya belum mendapat apalagi membaca tabloidnya. Saya baru sebatas mendengar dari media. Namun sementara dari DKM belum ada laporan. Dari beberapa masjid yang saya cek, belum ada yang ditemukan,” kata Gafar.

BACA :  Gara-gara Lokasinya Dekat dengan Jakarta, Penyelenggara Pemilu di Banten Siapkan Antisipasi Ini

BACA JUGA: Terungkap! Biaya Pengiriman Capai Rp 1,458 M, Tabloid Indonesia Barokah Sasar Ponpes yang Terdaftar di Kementerian Agama

Hanya saja, dia telah mengingatkan pengurus seluruh DKM di Pandeglang, untuk mengumpulkan dan segera melaporkan ke DMI apabila ditemukan tabloid Indonesia Barokah. Dirinya juga meminta masyarakat untuk tidak terpancing dengan isi pemberitaan yang dimuat Indonesia Barokah. 

“Kalau ada penyebaran ke DKM, saya sudah minta untuk dikumpulkan. Imbauan kami, kalau ada seperti itu karena sumbernya belum jelas, mohon diamankan dulu. Jadi kalau pun dibaca, jangan langsung ditelan. Perlu dikomunikasikan terlebih dahulu,” tandasnya.

Reporter: Engkos Kosasih
Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler