Connect with us

METROPOLITAN

Satpol PP: Aksi Mahasiswa di Puspemkot Tangerang Tak Berizin

Published

on

Bentrok mahasiswa dengan Satpol PP di Puspemkot Tangerang

Bentrok mahasiswa dengan Satpol PP di Puspemkot Tangerang. (BantenHits.com/ Hendra Wibisana)

Tangerang – Pemkot Tangerang merasa prihatin dengan peristiwa bentrok antara Satpol PP dengan mahasiswa di depan gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu, 30 Januari 2019.

Sebelum bentrok pecah, Satpol PP dan kepolisian telah memfasilitasi massa aksi untuk bertemu dengan asisten daerah (Asda) I Pemkot Tangerang, meski saat itu massa aksi masuk dengan cara mendobrak pintu gerbang Pemkot Tangerang.

Pernytaan tersebut dikatakan Kasat Pol PP Kota Tangerang Mumung Nurwana, di Kantor Satpol PP Kota Tangerang, Kamis, 31 Januari 2019.

Menurut Mumung, pihak Satpol PP Kota Tangerang dan pihak Kepolisian telah memberikan toleransi kepada massa aksi mahasiswa dengan membiarkan massa aksi mendobrak pintu gerbang Puspem dan membakar ban. Selain itu, pihaknya bersama dengan kepolisian telah melakukan upaya untuk menenangkan pendemo yang berjumlah 60 orang itu.

BACA :  Penanganan Covid-19 Telan Anggaran Rp58,6 Miliar, Kejari Intens Teliti Aliran Dana  

“Kami juga telah meminta perwakilan masa untuk berdialog dilantai atas dengan Asda I. Mereka tidak mau dengan alasan  semuanya peserta ingin ikut bertatap muka. Tapi ruangan asisten I kan terbatas, jadi kami minta perwakilannya saja,” ucap Mumung.

Mumung mengatakan, puncak kericuhan dalam aksi tersebut disebabkan ketika para mahasiwa mendorong ban yang terbakar mengarah ke lobi Puspemkot.

Jajaran kepolisian yang dipimpin Kapolsek Tangerang Kota Kompol  Ewo Sarwono segera mengeluarkan imbauan untuk tidak mendekat ke lobi Puspem, namun imbauan tersebut tidak dihiraukan oleh massa aksi. Para mahasiswa itu bahkan marah dengan melempari petugas dengan batu dan benda lainnya.

Akibatnya dua personel Satpol PP yaitu Umar terluka pada bagian kepala karena terkena lemparan batu dan Boby terluka pada bagian telapak tangan karena menangkis tutup tempat sampah yang dilempar oleh massa aksi.

BACA :  Misteri Kematian Dila, Perempuan Muda yang Ditemukan Tak Bernyawa dengan Paha Terluka di Banten Girang

“Umar dilarikan ke RSU Kabupaten Tangerang untuk mendapatkan perlawanan. Selama perawatan Umar telah menjalani scanning untuk memastikan kondisi kepalanya yang terkena benturan,” terangnya.

Mumung menambahkan,aksi mahasiswa itu berhasil dibubarkan oleh petugas kepolisian karena aksi yang mereka lakukan tidak berizin.

“Kita juga akan menyerahakan peristiwa ini kepada pihak kepolisian dengan mengumpul akan barang bukti yang ada,” ujarnya.

Reporter: Hendra Wibisana
Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler