Connect with us

METROPOLITAN

Gawat! Kota Tangerang dan Tangsel Jadi Sasaran Utama Narkoba

Published

on

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten, Brigjen Pol Tantan Sulistyana

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten, Brigjen Pol Tantan Sulistyana. (BantenHits.com/Ade Indra Kusuma)

Tangerang – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten, Brigjen Pol Tantan Sulistyana mengatakan Banten sebagai wilayah darurat narkoba. Hal ini tidak terlepas dari letak Banten yang merupakan tempat peredaran, transit dan produksi. 

“Banten itu buat transit iya, peredaran, perlintasan dan produksi juga banyak di Banten makanya saya nilai Banten itu sekarang sudah darurat narkoba,” ucapnya setelah rilis kasus pengedaran ganja cair di kantor BNN Tangerang (Tangsel), Jalan Raya Serpong, Setu, Tangsel, Kamis 31 Januari 2019. 

Untuk wilayahnya, Tantan menyebut kota Tangsel dan Tangerang sebagai sasaran utama barang haram itu transit di wilayah Banten. Sebagai gambaran, lanjut Tantan, selama tahun 2018, BNN Provinsi Banten menangani 16 kasus terkait dengan produksi dan peredaran besar. Tantan menyebutkan dua kasus besar yang terjadi di Tangerang dan Tangsel, peredaran sabu tujuh kilogram hingga ganja seberat 335 kilogram.

“Terakhir kan yang besar, sabu tujuh kilogram di kota Tangerang, termasuk 65 ribu butir ekstasi. Sedangkan yang terakhir kemarin, tempat transit juga di Tangerang Selatan, sebanyak 335 kilogram ganja. Itu ditransitkan dari Aceh ke kita, yang mana informasinya akan disebar ke wilayah di luar Banten, Jawa Barat dan DKI Jakarta,” paparnya.

Untuk itu, Tantan mengajak peran aktif masyarakat dalam memantau kondisi sekitar. Ia mengimbau agar warga segera melapor jika melihat sesuatu yang mencurigakan.

“Kembali lagi kita, ini harus ada peran, tidak hanya dari petugas yang berkecimpung dalam penanganan narkoba saja, ada Bea Cukai, ada Kepolisian ada kita dan lain sebagainya ya. Juga peran serta masyarakat sangat dibutuhkan. Ikut membantu monitoring,” imbaunya.

Reporter: Ade Indra Kusuma
Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 

Trending