Connect with us

EKONOMI & BISNIS

Peduli Bahaya Riba, Pengusaha Tangsel Deklarasikan GETAR

Published

on

Gerakan Tangsel Tanpa Riba

Anggota Gerakan Tangsel tanpa Riba atau GETAR saat diwawancarai wartawan. (BantenHits.com/ Ade Indra Kusuma)

Tangsel – Ratusan masyarakat dan pengusaha di Kota Tangsel mendeklarasikan Gerakan Tangsel Tanpa Riba (GETAR). Gerakan ini didasari keprihatinan banyak masyarakat terjerat utang dengan bunga riba.

Ketua GETAR Aris Hardy Halim mengatakan, deklarasi ini melibatkan pengusaha, pelaku usaha kecil dan menengah, koperasi, yayasan, komunitas serta perbankan.

“Untuk mewujudkan Kota Tangsel bebas riba dibutuhkan sinergitas dengan pemerintah daerah. Yakni, Pemkot Tangsel,” katanya ditemui usai deklarasi di Serpong Utara, Kamis 31 Januari 2019 malam.

Aris mengapresiasi banyaknya masyarakat yang ikut serta dalam deklarasi GETAR. Hanya saja ia menyayangkan belum adanya respon Pemkot Tangsel saat diajak gerakan anti riba ini. Padahal, riba menjadi persoalan di masyarakat Kota Tangsel.

“Kami ingin membangun ekonomi di Kota Tangsel tanpa riba. Untuk mewujudkan ini butuh dukungan dari Pemkot Tangsel,” ujarnya.

Aris menjelaskan, keinginan GETAR adalah mewujudkan ekonomi Kota Tangsel tanpa riba dan tanpa utang. Aris meyakini, tanpa riba maka ekonomi Kota Tangsel dapat bangkit dan masyarakatnya lebih sejahtera.

“Kami juga membuka pendaftaran pengusaha bebas riba dan Pejuang Antiriba Tangsel,” paparnya.

Dengan tingginya antusias masyarakat dan pengusaha untuk melawan riba, pihaknya berharap Pemkot Tangsel mau ikut serta mendukung gerakan kota bebas riba. Sebab, tanpa kebijakan pemerintah, maka masyarakat tidak akan bisa mewujudkan Kota Tangsel sebagai kota bebas riba.

“Kita sama-sama berjuang untuk bebas riba. Pengusaha dan masyarakat bisa maju tanpa riba,” tukasnya.

Reporter: Ade Indra Kusuma
Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 

Trending