Connect with us

Berita Terbaru

Disebut Aset Kementerian PUPR, Pengelolaan Situ Cilongok Diduga Ilegal

Published

on

Situ Cilongok

Situ Cilongok dipasangi garis polisi setelah dua balita bersaudara tewas tenggelam. (BantenHits.com/ Sebagai Wibisono)

Tangerang – Rizky Aditya alias Adit (3) dan kakaknya Jefri Albukhori (5) tewas tenggelam di Situ Cilongok, Desa Sukamantri, Kabupaten Tangerang. Adit ditemukan, Rabu malam, 30 Januari 2019 sekitar pukul 23.00 WIB, sementara Jefri ditemukan Kamis pagi, 31 Januari 2019 pukul 06.30 WIB.

Jefri dan Adit adalah anak pasangan Agus Salim dan Nurhayati. Pasangan ini mengontrak kamar petak milik Haji Ini, di Kampung Cilongok, RT 3 RW 4, Desa Sukamantri, Kecamatan Pasar kemis, Kabupaten Tangerang.

BACA JUGA: Ditinggal Bapaknya Nge-grab, Dua Balita Bersaudara Tewas Tenggelam di Situ Cilongok

Menurut Kanit Reskrim Polsek Pasar Kemis Iptu Ferdo Elfianto, Rabu sore, 30 Januari ibu korban Nurhayati mencari kedua anaknya yang sebelumnya dititip di tempat saudaranya. Namun, kedua anaknya tak kunjung ditemukan. Sang ibu hanya menemukan sendal milik anaknya.

BACA :  AP II Batasi Taksi yang Beroperasi di Bandara Soetta

BACA JUGA: Sendal yang Tercecer Ungkap Kematian Dua Balita Bersaudara di Situ Cilongok Tangerang

Salah seorang warga Kampung Cilongok, Haji Ini kepada BantenHits.com merupakan. mengungkapkan, Situ Cilongok mulai dikelola oleh RW Acong sejak akhir 2017 lalu.

Sejak dikelola kata Haji Ini, warga sekitar Situ Cilongok mengeluhkan tempat wisata tersebut sering dijadikan tempat mabuk-mabukan oleh pemuda-pemuda sekitar pada malam hari.

“Warga sekitar memberikan informasi kepada saya, di situ pada malam hari sering kali digunakan untuk mabuk-mabukan oleh pemuda-pemuda sekitar dan mungkin juga oleh penjaga-penjaga di sekitar situ”, ungkap Haji Ini, Kamis, 31 Januari 2019.

BACA JUGA: Dua Balita Bersaudara Tewas, Situ Cilongok Kerap Jadi Tempat Pesta Miras

Selain mengeluhkan soal aksi mabuk-mabukan, warga sekitar juga mempertanyakan izin operasional Situ Cilongok.

“Kita warga tidak tahu tempat tersebut legal atau ilegal. Memang ini semua harus diusut harus dicari tahu apakah tempat tersebut legal atau tidak, ada surat izinnya atau tidak”, tegasnya.

BACA :  Balita di Jurang Mangu Tangsel Tewas Dianiaya Pacar Ibunya

Aset Kementerian PUPR

Menurut Haji Ini, seharusnya yang berwenang mengelola Situ Cilongok adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR.

“Izin diterbitkan Balai Besar Pusat dari Kementerian PU kepada Dinas PUPR Provinsi Banten, kemudian merekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang. Baru di situ pembagian hasil pajak, cuma pemerintah daerah yang harus berdiri pengelolaan wisata Situ Cilongok itu,” terangnya.

Senada diungkapkan Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban atau Kasi Trantib Kecamatan Pasar Kemis, Rusdi Efendi yang ditemui BantenHits.com di Kantor Kecamatan Pasar Kemis, Jumat, 1 Februari 2019.

“Iya pihak kami (awalnya) mendapat laporan bahwa lahan galian tersebut dipatok oleh warga sekitar pada saat itu,” ungkapnya.

Setelah mendapat laporan tersebut, lanjutnya, pihak Kecamatan Pasar Kemis langsung datang ke lokasi dan bertemu dengan warga. Saat itu warga menyampaikan keinginan memanfaatkan lahan tersebut.

BACA :  Pemkab Lebak Diminta Normalisasi Drainase Jalan Rangkasbitung-Cimarga

“Saat itu ada seorang RW dengan pak lurah. Dibuatlah lahan tersebut seperti paguyuban dan dikelola oleh RW Acong,” ungkapnya.

“Saat itu pihak Kecamatan Pasar Kemis tetap hanya memberikan saran, pada prinsipnya jika buat kepentingan masyarakat sekitar monggo (silakan), cuma jangan merasa ini menjadi tanah milik. Bahwasannya ini adalah tanah negara, ini adalah aset pusat harus diamankan jangan sampe dijual-belikan,” sambungnya.

Rusdi menegaskan, pihak Kecamatan Passr Kemis tidak pernah menerbitkan izin apapun terkait pengelolaan Situ Cilongok tersebut.

“Ini tidak ada izin dari pihak kecamatan, cuma waktu itu saya taunya katanya akan diurus surat izinnya ke dinas pariwisata. Cuma tidak tau itu udah apa belum, bisa tanyakan langsung kepada pengelola,” jelasnya.

Hingga berita ini dipublish, BantenHits.com masih mengupayakan konfirmasi dari pengelola dan pihak terkait lainnya.

Reporter: Sheba Wibisono
Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler