Connect with us

METROPOLITAN

Pembangunan Tol Serpong-Cinere dan Serpong-Kunciran Ditargetkan Selesai Tahun ini 

Published

on

Pembangunan Tol Serpong-Cinere dan Serpong-Kunciran Ditargetkan Selesai Tahun ini 

Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany menargetkan pembangunan Tol Serpong-Cinere dan Serpong-Kunciran selesai tahun ini. (Banten Hits.com/ Ade Indra Kusuma)

Tangsel – Pembangunan Tol Serpong Cinere (Sercin) dan Serpong Kunciran (Serkun) ditarget selesai tahun ini. Pasalnya proses perencanaan hingga pembangunan kedua tol ini memakan waktu cukup lama 10 tahun.

Diketahui Panjang Tol Sercin yang mencapai 10,14 kilometer ini melintasi sembilan kelurahan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), seperti Kelurahan Pondok Cabe Udik, Pamulang Barat, Pamulang Timur, Cipayung, dan Kelurahan Ciputat. Selain itu tol tersebut juga akan melintasi Kelurahan Serua Indah, Kelurahan Serua, Bambu Apus serta Jombang dengan total 1.800 bidang tanah dengan luas lahan 76 hektar.

BACA :  30 Tahun Warga Ibu Kota Provinsi Banten BAB Sembarangan, Iriana Jokowi Sumbang 1.000 Jamban

Sedangkan panjang Tol Serkun yakni 10,5 km dengan total bidang sebanyak 2.323 titik, melintasi 8 kelurahan yaitu Kelurahan Rawa Mekar Jaya, Jombang, Parigi Lama. Parigi Baru, Pondok Jagung, Pondok Jagung Timur, Jelupang dan Pakujaya.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tangsel, Wartomo mengatakan pembangunan kedua tol, baik Sercin dan Serkun ditarget tahun ini rampung. Sehingga dapat digunakan untuk masyarakat yang ingin ke Cinere maupun ke Kunciran. Ia menyebut untuk Sercin masih butuh ekstra dalam penyelesaian. Sedangkan Serkun tinggal sekitar 10 persen lagi.

“Mudah-mudahan tahun ini, kita upayakan selesai. Untuk tol Sercin telah mencapai 94 persen, sedangkan untuk Serkun telah mencapai 99,90 persen. Maka dari itu di tahun ini kita akan selesaikan,” ujarnya kepada wartawan, Senin 4 Februari 2019. 

BACA :  Pemkab Lebak Dianggap Setengah Hati Tangani Sampah

Hingga saat ini, ia mengaku pihaknya masih menemui kendala proses pembebasan lahan sehingga pembangunan terkesan lambat.

“Kendala proses masalah harga lahan yang katanya tidak sesuai padahal harga pasaran itu sudah pas,” tambahnya.

Sementara Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany mengatakan Selain kendala pembebasan lahan, juga soal tanah wakaf yang tidak mudah. Alurnya cukup panjang, harus ada ikrar wakaf dan lain sebagainya. Diketahui dari 10,14 km tol Sercin terdapat 11 tanah wakaf, seperti tempat pendidikan, makam, masjid dan tanah fasos fasum milik Pemkot Tangsel. Pihak pemkot dan BPN sendiri telah menyelesaikan permasalahan tanah wakaf, meningat penanganya berbeda dengan tanah milik perorangan. Tanah wakaf harus ditukar dengan barang yang sama jika bisa harus lebih baik. misalnya jika masjid harus ada tempatnya dan bangunanya.

BACA :  Dua Bulan Tak Digaji, Ratusan Buruh Geruduk PT Winteco Indonesia

Ia menargetkan proses pembangunan tol harus selesai tahun ini. 

“Target utamanya tahun ini harus diselesaikan agar pembangunan infrastruktur dapat dinikmati oleh masyarakat. Beberapa kita sudah selesaikan. Contoh tanah wakaf Masjid Abubakar, sudah selesai. Ada target harus selesai karena sudah terlalu lama hampir 10 tahun lebih kita berharap tahun ini selesai sehingga dapat dibuka untuk masyarakat,” tukas Airin.

Reporter:  Ade Indra Kusuma
Editor:  Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler