Connect with us

METROPOLITAN

KPJ Rangkasbitung Minta RUU Permusikan Dikaji Ulang

Published

on

Ketua KPJ Rangkasbitung Ahmad Lugas.

Ketua KPJ Rangkasbitung Ahmad Lugas. (Ist)

Lebak – Kelompok Penyanyi Jalanan atau KPJ Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, turut bersuara mengenai polemik rancangan undang-undang (RUU) permusikan yang mulai ramai diperbincangkan.

Bukan hanya ramai diperbincangkan, RUU yang sudah diajukan sejak tahun 2017 ini juga mengalami banyak penolakan dari berbagai kalangan musisi ternama.

Ketua KPJ Rangkasbitung Ahmad Lugas menuturkan,  pasal yang terkandung di dalam RUU permusikan tidaklah menyeramkan, namun membuat setiap musisi di Indonesia bahkan Kabupaten Lebak merasa khawatir mengenai dampaknya.

“Pasalnya tidak menyeramkan, tapi yang kita takutkan ini dampak dari RUU ini, kita khawatir semua musisi takut berkegiatan musik, menciptakan lagu bahkan mengadakan konser musik,” kata Lugas ketila dihubungi BantenHits.com, Selasa, 5 Februari 2019.

Pria yang akrab disapa Ugas ini meminta agar RUU Permusikan dikaji ulang dan kembali di diskusikan secara mendalam dengan seluruh elemen yang terlibat.

“RUU ini perlu didiskusikan jangan sampai berdampak buruk, kita ingin yang terbaik buat semuanya,” tegasnya.

Ugas juga menyoroti beberapa pasal yang saat ini ramai diperbincangkan dimana salah satunya pasal 5 yang terdapat dalam RUU permusikan yang berbicara soal larangan dalam penciptaan musik.

“Selama ini kita (musisi) menciptakan lagu tau batasan tentang hal-hal yang terkandung dalam pasal 5. Belum lagi selama ini juga tidak ditemukan masalah mengenai lagu yang menyinggung kritik sosial,” ucapnya.

Ugas juga secara keras menolak RUU musik yang lebay dan mengada-ada dan perlu dilakukan kembali pengkajian dan pertimbangan ulang.

“Saya setuju kalo si pencipta lagu dihukum bila dalam karyanya memprovokasi atau memecah belah NKRI,” tukasnya. 

Untuk diketahui Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan tengah menjadi perbincangan hangat sejak sejumlah musisi seperti Glenn Fredly dan Rian d’Masiv mendatangi Ketua DPR Bambang Soesatyo, anggota Komisi X Maruarar Sirait dan anggota Komisi X Anang Hermansyah, Senin (28/1).

Mereka meminta draf RUU Permusikan diperbaiki. RUU itu sudah diajukan sejak 2017. Langkahnya menuju ketok palu sudah dekat karena ia menjadi salah satu prioritas DPR tahun ini. Artinya, ia bisa disahkan tahun ini juga.

Namun isi dari draf RUU Permusikan yang terbaru cukup mengganggu musisi.

Reporter: Fariz Abdullah
Editor:  Darussalam Jagad Syhadana

Trending