Connect with us

METROPOLITAN

50 Persen Kantor Kelurahan di Kota Serang Kondisinya Rusak

Published

on

Wali kota Serang resmikan kantor kelurahan keagungan

Wali Kota Serang Syafrudin saat meresmikan kantor Kelurahan Keagungan, Kamis, 7 Februari 2019. (BantenHits.com/ Hendra Wibisana)

Serang – Dari 67 kelurahan di Kota Serang, hampir 50 persen kantor kelurahan kondisinya rusak. Pemkot Serang akan melakukan perbaikan secara bertahap setiap tahun.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Serang Syafrudin saat meresmikan kantor baru Kelurahan Keagungan, Kecamatan Serang di Kampung Baru, Kota Serang, Kamis 7 Febuari 2019.

“Masih banyak (kantor kelurahan rusak), di Kecamatan Serang masih 4 kelurahan kalau keseluruhan se-Kota Serang masih 50 persen,” kata Syafrudin kepada awak media.

Syafrudin menjelaskan, dua kecamatan di Kota Serang, seperti Kecamatan Taktakan dan Walantaka masih mengalami kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) kelurahan. Sementara untuk Kecamatan Serang dan Cipocok Jaya dinilai sudah tercukupi. 

“Paling tidak minimal dua kasi sudah ada di kelurahan masing-masing,” ujar mantan kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang itu.

Sementara itu Kepala Kelurahan Kagungan Mashudi menyatakan siap untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, bahkan, hal itu sudah dilakukannya sebelum adanya instruksi dari wali kota. 

“Saya siap (tingkatkan pelayanan), karena saya setengah 8 sudah stand by di kelurahan,” katanya.

Ia menjelaskan, kantor kelurahan seluas sekitar 500 meter persegi yang dibangun pada tahun 2018 menggunakan anggaran dari Pemkot Serang itu sudah beroperasi sejak tanggal 25 Januari lalu. Namun, karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui, maka diharapkaj peresmian itu sekaligus pemberitahun kepada masyarakat Kelurahan Kagungan.

“Saya sengaja dilaunching di sini biar masyarakat tahu bahwa Kelurahan Kagungan ini sudah pindah, karena ada beberapa masyarakat yang belum tahu makanya sering datang di kantor yang lama,” paparnya.

Saat ini, kata dia, kantor Kelurahan Kagungan memiliki 6 pegawai ASN dan 7 pegawai pembantu (honorer). Dengan jumlah masyarakat 14.000 jiwa, ia mengatakan untuk pelayanan masih terpenuhi.

“Masyarakat ketika butuh kan langsung ngurus, jadi gak terlalu kewalahan,” pungkasnya.

Reporter: Mahyadi
Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 

Trending