Connect with us

Berita Pemda

Bupati Serang Pastikan 290 Bangunan yang Rusak Terdampak Tsunami Akan Dibangun Lagi

Published

on

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah saat menghadiri Karya Bhakti Kodim 0623/Cilegon di Desa Bulakan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Kamis, 7 Februari 2019.(Istimewa)

Serang – Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah memastikan seluruh bangunan yang terdampak tsunami Selat Sunda akan dibangun kembali oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang.

Berdasarkan data,  Pemkab Serang mencatat 290 bangunan rusak akibat tsunami,  terdiri 39 rumah dan 251 warung.

Hal itu, ditegaskan Tatu saat menghadiri Karya Bhakti Kodim 0623/Cilegon di Desa Bulakan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Kamis, 7 Februari 2019.

“Pembangunan lima unit rumah di Desa Karang Suraga dan 34 unit di Desa Bulakan. Diantaranya ada 20 unit yang dipindahkan dari pinggiran pantai,” kata Tatu dalam keterangan tertulis.

Turut hadir, Dandim 0623 Cilegon Letkol Armed Rico Ricardo Sirait dan Kepala Dinas Perumahan Kawasan dan Permukiman Kabupaten Serang Irawan Noor.

Ia menambahkan, 33 warung yang akan dibangun terdapat di Desa Pasauran. Sedangkan, 71 warung di Desa Bulakan dan 147 warung di Desa Karang Suraga masih menunggu penetapan dan persetujuan lokasi yang akan digunakan oleh penerima manfaat.

“Kurang lebih anggaran yang digunakan ini sebesar Rp 6 miliar dari dana APBD Kabupaten Serang,” imbuhnya.

Selain itu, Tatu juga mengapresiasi Kodim 0623/Cilegon  yang terus membantu Pemkab Serang dalam menangani korban tsunami dari awal terjadinya bencana  sampai pemulihan secara maksimal.

“Prajurit TMI tanpa lelah sejak H+1 membantu proses rehabilitasi dan rekonstruksi korban tsunami di Kecamatan Anyer dan Cinangka,” tuturnya saat memberikan sambutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Kawasan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Serang, Irawan Noor mengatakan, bangunan korban yang akan diperbaiki juga melibatkan pihak Kodim 0623/Cilegon  dan masyarakat sekitar.

“Kita sudah terbiasa saat melakukan perbaikan rumah tidak layak huni, sebelumnya juga  melibatkan pihak Dandim dan masyarakat untuk gotong royong agar anggaran dimaksimalkan untuk korban,” kata Irawan.

Irawan berharap, melalui kegiatan karya bhakti TNI dapat memulihkan kondisi sosial ekonomi masyarakat serta industri pariwisata Kabupaten Serang yang terkena dampak bencana tsunami.

“Rinciannya, rumah berukuran 5×7 Meter persegi dan  seluruh bentuk bantuan yang kami berikan yaitu fisik bangunan saja hingga menjadi rumah yang layak seutuhnya,” ujarnya. 

Reporter:  Mahyadi
Editor:  Darussalam Jagad Syahdana

Trending