Connect with us

METROPOLITAN

Bangkitkan Budaya Islam, Lasqi Kabupaten Lebak Gelar Festival Qasidah

Published

on

Lasqi Kabupaten Lebak gelar Festival Qasidah

Dewan pembina Lasqi Kabupaten Lebak Iip Miftahul Choiry (batik hijau) ketika memberikan doorprize kepada masyarakat yang hadir untuk menonton festival qasidah. (Ist)

Lebak – Sebanyak 400 peserta mengikuti festival seni qasidah yang diselenggarakan Lembaga Seni Qasidah Indonesia atau Lasqi Kabupaten Lebak di Pondok Pesantren Al Jamhariyah Malnu, Kampung Subagja, Desa Ciminyak, Kecamatan Muncang, Sabtu, 9 Februari 2019.  Peserta berasal dari Kecamatan Muncang, Cipanas, Cimarga, Leuwidamar, Sajira dan Kecamatan Sobang.

Ketua panitia Festival Qasidah Lasqi Lebak Ubay Mahpudin mengatakan festival ini dilaksanakan untuk membangkitkan kembali budaya islam di Kabupaten Lebak yang hampir tergerus oleh modernisasi zaman. 

“Saya berterima kasih kepada pengurus Ponpes yang telah bersedia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Lasqi Kabupaten Lebak,” kata Ubay kepada BantenHits.com, Minggu, 10 Februari 2019.

Menurutnya, seni qasidah yang sebetulnya bagian dari budaya Islami sekarang ini terbengkalai. Artinya mulai dilupakan dan sudah jarang ditampilkan ataupun diperlombakan dalam event-event besar.

“Padahal inilah seni yang menampilkan ke Islaman yang seharusnya terus dilestarikan. Melalui festival inilah kami ingin mempertahankan tradisi Islam telah lama tertimbun,” ungkapnya.

Ubay menilai, penyelenggaraan festival merupakan ajang berprestasi dan meningkatkan budaya Islam. Serta mencari peserta unggulan untuk di ikut sertakan dalam festival tingkat selanjutnya.

“Bersama dengan dewan pembina Lasqi Kabupaten Lebak kita berkomitmen untuk melestarikan qasidah,” Jelasnya.

Ketua Dewan Pembina Lasqi Iip Miftahul Choiry menuturkan, kesenian qasidah merupakan asli budaya Islam di Indonesia.

“Maka dari itu kita harus bangga dengan qasidah. Jangan malu main qasidah,” terangnya.

Caleg DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan ini mengaku festival yang diselenggarakan Lasqi sebagai upaya pelestarian seni dan budaya bernuansa Islam. Sekaligus sebagai wahana dakwah yang sudah sepatutnya dilestarikan dari generasi ke generasi.

“Karena waktu dulu para muballigh menyebarkan Agama Islam banyak memanfaatkan seni budaya sebagai salah satu media dakwah yang salah satunya seni qasidah. Hasilnya Islam berhasil menerobos batas-batas geografis dan lapisan-lapisan kultural dengan penuh kedamaian,” pungkasnya.

Reporter: Fariz Abdullah
Editor:  Darussalam Jagad Syahdana

 

Trending