Connect with us

METROPOLITAN

Ini Kronologi Penanganan RSUD Banten terhadap Pasien Jamkesmas yang Meninggal setelah Hanya Diinfus Semalaman

Published

on

Manajemen RSUD Banten berikan klarifikasi soal pasien Jamkesmas meninggal

Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD Banten dr. H. Ajat Drajat (kiri) didampingi Kepala Humas Promkes RSUD Banten Dr Tri Agus Yuarsa saat memberikan keterangan kepada awak media. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Domin Mulyana (59), pasien penderita hepatitis kronis, warga Komplek Makmur Jaya, Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang.

Domin meninggal dunia dengan kondisi memilukan tanpa penanganan medis memadai di RSUD Banten, Selasa, 5 Februari 2019. Domin hanya diberi infus semalaman tanpa tindakan medis lainnya.

Namun hal tersebut dibantah pihak RSUD Banten. Mereka mengaku sudah memberikan pelayanan maksimal terhadap Domin

Wakil direktur bidang pelayanan RSUD Banten dr. H. Ajat Drajat AP, M.Kes ungkap kronologis kejadian, ia mengatakan, pada tanggal 2 Febuari 2019 pihak rumah sakit menerima korban yang saat itu kondisinya wajah dan mata sudah menguning.

“Setalah mendapat informasi adanya pasien meninggal dari media yang nelepon ke saya, dan kami langsung dengan teman-teman rapat dan terkait dari hasil rapat. Ternyata, didapat bahwa pasien tersebut datang ke kami melalui IGD jam 5 sore dengan keluhan nyeri ulu hati dan mata kuning,” paparnya kepada awak media, Senin 11 Febuari 2019.

Ia juga menjelaskan setelah pasien datang pihaknya tidak begitu saja diam  membiarkan pasien, namun pihaknya langsung melakukan pemeriksaan terhadap pasien Domin.

“Setelah diperiksa fisik dan keluhannya, pasien ini diperlukan observasi kami. Saat itu kapasitas di ruangan penuh sehingga pasien hanya ditempatkan di IGD,” jelasnya.

Setelah melakukan observasi pemeriksaan di USG pihak rumah sakit mendiagnosa pasien menderita batu empedu.

“Selanjutnya pasien disuruh pulang pada Senin 4 Febuari 2019 jam 12  siang,” ucapnya.

Kemudian disarankan pasien kembali ke RSUD Banten pada Selasa 5 Febuari 2019 untuk melakukan pemeriksaan kedua di USG guna memastikan penyakit pasien Domain.

“USG hari Senin datang siang saat dikasih pengantar ke bagian radiologi untuk USG di tunggu tidak ada ternyata pasien pulang,” tegasnya.

“Dan kami dengar pasien meninggal di hari Selasa sore. Dari konfirmasi awak media ke kami. Banyak hal juga kemungkinan yang terjadi di rumah saat itu pasien,” terangnya.

Saat di tanya mengenai hanya adanya pemberian infus dari pihak rumah sakit ke pasien, Drajat mengelak bahwa ia telah memberikan penanganan sesuai SOP yang ada di RSUD Banten.

“Obat injeksi dan infus, obatnya melalui infus dan ada juga obat yang diminum, dilakukan pemeriksaan di labolaturium, jadi semua pasien ada SOP ada kelola pengobatannya,” katanya.

Ajat menegaskan, pihaknya menerima semua pasien umum, mulai dari paket SKTM, ansuransi, pihaknya menerima dan tidak pernah menolak.

“Biasanya kalau pasien mau bersabar paling nunggu di IG. Pernah ada pasien nunggu sampai dua hari (karena ruangan penuh). Pasien (yang ninggal Domin) sudah mengeluh selama tiga bulan tapi pasien baru sekarang ke rumah sakit,” pungkasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending