Connect with us

METROPOLITAN

Ada Warganet Nyinyir soal Tingginya Angka Pengangguran, Bupati Tangerang Beri Pernyataan Menohok

Published

on

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar saat membuka diskusi kewirausahaan

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar saat membuka diskusi kewirausahaan bersama 300 millenials di Kabupaten Tangerang. (BantenHits.com/ Hendra Wibisana)

Tangerang – Bupati Tangerang menggelar diskusi soal kewirausahaan dengan sedikitnya 300 anak muda dari berbagai kalangan di Kabupaten Tangerang di Pendopo Kabupaten Tangerang, Kamis, 14 Februari 2019.

BACA JUGA: Disindir Halus sama Bupati soal Latah Bisnis Kekinian, Millenials di Tangerang Terpingkal-pingkal

Zaki membuka diskusi dengan fenomena nyinyir sebagai warganet kepada dirinya di media sosial Instagram belum lama ini.

“Saya kalau baca komen di Instagram luar biasa bener. (Ada yang komentar), ‘pengangguran paling tinggi di Kabupaten Tangerang se-Provinsi Banten’. Bener.Tidak dipungkiri. Bener. Siapa yang mau menghalangi saudara kita dari sabang sampai Merauke untuk tidak nyari kerjaan di Kabupaten Tangerang?” terang Zaki di hadapan anak-anak muda yang didominasi mahasiswa.

Zaki memaparkan, setiap tahun Kabupaten Tangerang harus kedatangan 50 ribu orang warga urban. Pasalnya, selain Kabupaten Tangerang dekat dengan ibukota Jakarta, Kabupaten Tangerang juga dikenal sebagai wilayah industri.

Angka 50 ribu penduduk urban pencari kerja, harus berkompetisi dengan warga dengan usia produktif di Kabupaten Tangerang.

“Selama itu warga negara Republik Indonesia, tak boleh ada yang melarang (datang ke Tangerang untuk mencari kerja). Siapa yang bisa kemudaian membuat peraturan daerah, bahwa setiap industri yang ada di Kabupaten Tangerang wajib 25 persen menampung tenaga kerja lokal. Gak boleh itu. (Gak boleh) ada diskriminasi di sini. (Ada fakta seperti itu) sementara (sebagian) kita hanya sibuk berwacana dan beretorika,” terang Zaki.

Zaki menegaskan, kemampuan yang mumpuni merupakan prasyarat yang harus dimiliki warga Kabupaten Tangerang supaya memiliki daya saing.

“Bagaimana kita bisa mendapatkan peluang lebih besar dari yang lain kalau kemampuan kita sama, bahkan di bawah kemampuan oirang yang datang mencari pekerjaan di kabupaten tangerang,” terangnya.

“Ada cerita orang sukses berwirausaha di Kabupaten Tangerang, tapi orang luar. kita tahunya ketika dia sudah sukses. Gak tahu saat dia berdarah-darah. Gak tahu saat dia keringat bercucuran kerja di tengah sawah. Gak tahu ketika dia susahnya menjual hasil pertanian ke pasar tradisional. Dan yang mirisnya, dia sukses di Kabupaten Tangerang tanpa menggunakan APBD,” sambung Zaki menceritakan kesuksesan petani urban di Teluk Naga.

Zaki menggarisbawahi, Pemerintah Kabupaten Tangerang selama ini telah melakukan berbagai upaya untuk membuka lapangan pekerjaan bagi warga Kabupaten Tangerang.

“Ini untuk temen-temen mahasiswa. Biar kebuka pikirannya. Kita sudah melakukan berbagam macam upaya untuk menyerap tenaga kerja. Setiap tahun selalu ada job fair. Bursa kerja. Tahun 2018 ada 7.000 yang terserap yang katanya warga asli kabupaten tangerang cuma 28 persen,” ungkapnya.

“Kita coba lagi lima tahun ke depan mau bikininin BLK disesuaikan dengan kebutuhan lapangan pekerjaan yang ada di wilayah tersebut. BLK di Jayanti sudah ada menjadi model untuk industri, konveksi, sepatu, otomotif dan garmen. Kita mau buat di antara Teluk Naga, Kosambi, Pakuhaji untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Angkasa Pura atau jenis-jenis jasa, bikinin kursus komputer, kursus mekanik bersertiofikat, kursus benerin HP, kursus servis AC,” jelasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Trending